Selasa, Oktober 6, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Aksi Solidaritas, IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

AdminKS by AdminKS
Agustus 27, 2026
in Report
0
Aksi Solidaritas, IMM Sukoharjo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT
9
SHARES
52
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SUKOHARJO – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).

Aksi tersebut dilaksanakan pada Rabu sore di kawasan lampu merah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini melibatkan kader dari seluruh komisariat IMM se-Kabupaten Sukoharjo sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Pelaksanaan aksi dipimpin oleh Hibatulloh Al Mubarok selaku Kepala Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat IMM Sukoharjo sekaligus Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT. Dalam kegiatan tersebut, kader dari empat komisariat, Shabran, Abduh, Pesma, dan Misbach, yang bergerak bersama di lokasi aksi.

Keterlibatan seluruh komisariat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Para kader dari masing-masing komisariat bergabung dalam satu agenda kemanusiaan dan menjalankan peran sesuai kebutuhan di lapangan. Kolaborasi tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi agenda Bidang SPM, tetapi menjadi gerakan bersama kader IMM Sukoharjo.

Sejak pelaksanaan dimulai, para kader menempati kawasan sekitar lampu merah UMS untuk melakukan penggalangan dana secara langsung. Lokasi tersebut dipilih sebagai salah satu ruang publik yang ramai dilalui masyarakat karena menjadi salah satu jalur litas utama solo-jogja, sehingga para kader memiliki kesempatan untuk menyampaikan tujuan kegiatan kepada masyarakat yang melintas.

Ketua Pelaksana Aksi Galang Dana Kemanusiaan NTT, Hibatulloh Al Mubarok, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan karena adanya keprihatinan terhadap kondisi masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi.

“Kami tergerak untuk melakukan aksi ini karena melihat kondisi saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana gempa bumi. Melalui penggalangan dana ini, kami berharap dapat memberikan manfaat dan meringankan beban bagi mereka yeng terdampak bencana,” ujar Hibatulloh.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan IMM Sukoharjo untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah. Meskipun para kader berada jauh dari lokasi bencana, kepedulian tetap dapat diwujudkan melalui aksi nyata dengan mengajak masyarakat untuk turut memberikan bantuan.

Aksi penggalangan dana tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 28 Agustus 2026. Pelaksanaan dalam dua hari menjadi bagian dari upaya IMM Sukoharjo untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan adanya aksi lanjutan, masyarakat yang belum sempat berpartisipasi pada hari pertama masih memiliki kesempatan untuk memberikan dukungan pada pelaksanaan berikutnya. Para kader juga akan kembali turun ke ruang publik untuk melanjutkan penggalangan dana kemanusiaan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan oleh Bidang SPM IMM Sukoharjo dalam menjalankan peran sosialnya. Bidang SPM memiliki ruang gerak yang berkaitan dengan persoalan masyarakat, sehingga aksi kemanusiaan menjadi salah satu bentuk respons terhadap kondisi sosial yang membutuhkan perhatian.

Keterlibatan empat komisariat juga memberikan pengalaman bagi kader dalam mengelola kegiatan bersama. IMM Shabran, Abduh, Pesma, dan Misbach tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi menjadi bagian dari proses pelaksanaan kegiatan sejak turun ke lapangan hingga berinteraksi dengan masyarakat.

Kolaborasi antarkomisariat tersebut memperlihatkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat dibangun melalui kebersamaan. Setiap komisariat memiliki ruang dan dinamika masing-masing, tetapi dalam kegiatan ini seluruh kader diarahkan pada tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat terdampak bencana.

Bagi para kader, turun langsung ke lapangan juga menjadi pengalaman untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan penggalangan dana menuntut kader untuk mampu menyampaikan pesan secara jelas, membangun komunikasi, menjaga sikap, serta bekerja sama dengan kader lainnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi di luar ruang formal organisasi. Kader tidak hanya belajar melalui forum diskusi, rapat, atau kajian, tetapi juga melalui pengalaman langsung ketika berhadapan dengan realitas masyarakat, dalam aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan sosial membutuhkan pengelolaan yang baik. Mulai dari koordinasi antarkader, pembagian peran, pelaksanaan di lapangan, hingga proses penghimpunan dan penyaluran bantuan harus dilakukan secara bertanggung jawab.

Seluruh hasil donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu). Yang kemudian bantuan tersebut akan diteruskan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT.

Penyaluran melalui Lazismu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan agar bantuan yang dihimpun dapat diteruskan melalui lembaga resmi dan terpercaya. Dengan demikian, aksi kemanusiaan tidak berhenti pada proses penggalangan dana, tetapi dilanjutkan dengan proses penyaluran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

IMM Sukoharjo juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan dalam aksi tersebut. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan kemanusiaan.

Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi IMM Sukoharjo untuk menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat. Gerakan mahasiswa tidak hanya berlangsung dalam lingkungan kampus, tetapi juga dapat hadir melalui kegiatan sosial yang menyentuh persoalan kehidupan masyarakat.

Kehadiran kader di ruang publik menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam merespons persoalan sosial. Melalui kegiatan tersebut, kader tidak hanya membawa nama organisasi, tetapi juga membawa nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Aksi penggalangan dana ini juga menjadi pengingat bahwa jarak geografis tidak harus menjadi batas bagi solidaritas. Masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana berada jauh dari Sukoharjo, tetapi kondisi tersebut tetap dapat menjadi perhatian bagi masyarakat di daerah lain.

Dari kawasan lampu merah UMS, para kader IMM Sukoharjo berusaha membuka ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian. Setiap ajakan yang disampaikan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa membantu sesama dapat dilakukan melalui berbagai cara.

Pada akhirnya, aksi penggalangan dana tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas dapat tumbuh ketika ada kemauan untuk bergerak. Dari kader, masyarakat, dan berbagai komisariat yang terlibat, kepedulian kemudian dihimpun menjadi sebuah gerakan untuk membantu saudara-saudara di NTT.

Kontributor: Irsyad Hakim Afandi

Editor: Dwi Kurniadi

Terkait

Tags: Ikatan Mahasiswa MuhammadiyahIMM SukoharjoIndonesiaIslamMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

Mahasiswa KKN UMP Ajak Warga Manfaatkan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Sabun Cuci Piring

Next Post

Dr. KH. AM. Mustain Nasoha, Penulis 18 Kitab Berbahasa Arab di Berbagai Bidang Keilmuan Islam

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Dr. KH. AM. Mustain Nasoha, Penulis 18 Kitab Berbahasa Arab di Berbagai Bidang Keilmuan Islam

Dr. KH. AM. Mustain Nasoha, Penulis 18 Kitab Berbahasa Arab di Berbagai Bidang Keilmuan Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.