Oleh: Inong Islamiyati
Ekologis secara sederhana adalah kata sifat yang berkaitan dengan ekologi, yakni ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan tempat tinggalnya. Istilah ini merujuk pada segala hal yang mendukung keseimbangan alam, kelestarian lingkungan, serta interaksi antar organisme. Jadi, krisis ekologis adalah ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan tempat tinggal dan keberlangsungan makhluk hidup lain. Manusia adalah makhluk sosial dan berada di urutan teratas puncak rantai makanan. Kita adalah pemimpin yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga keberlangsungan kehidupan bagi generasi baru di masa depan. Namun kurangnya tanggung jawab moral bisa mengancam kehidupan di bumi jika tidak segera diperbaiki.
Salah satu penyebab krisis ekologis adalah meningkatnya sifat egois manusia. Kerusakan lingkungan yang sering terjadi diakibatkan oleh kesalahan manusia serta sifat egois manusia yang mementingkan kepentingan pribadi masing-masing tanpa memperhatikan dampak bagi makhluk lain. Penebangan hutan illegal, penangkapan ikan dengan bahan peledak, pembuangan limbah industri sekaligus sampah yang mencemari air dan ikan-ikan, serta peningkatan emisi karbon rumah kaca yang membuat bumi menjadi panas adalah beberapa contoh kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh sifat egois manusia.
Peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan terkait dalam hal pembangunan berkelanjutan, dimana prinsip dari pembangunan berkelanjutan ini adalah usaha untuk membangun suatu tatanan atau keadaan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dengan memperhatikan jangka panjang, tidak hanya jangka menengah. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam Pasal 1 butir 3 UU PPLH diartikan sebagai “upaya sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya, ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan”.
Pentingnya Tanggung Jawab Moral Manusia Dalam Menjaga Lingkungan Hidup
Tanggung jawab moral manusia terhadap lingkungan adalah kesadaran dan kewajiban etis untuk merawat, melestarikan, dan mencegah kerusakan alam. Manusia memegang peran penting sebagai pengelola bumi demi menjamin keberlangsungan hidup seluruh ekosistem di masa kini dan depan.
Kelebihan utama yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya adalah akal, budi, dan kesadaran. Dengan kelebihan ini, manusia tidak sekadar bertahan hidup, melainkan mampu mengelola dan mengembangkan potensi bumi. Secara moral, kapasitas intelektual ini menuntut manusia untuk bertindak sebagai pelindung atau steward (pengelola) alam. Merupakan sebuah ironi ketika anugerah akal budi justru digunakan untuk menciptakan teknologi dan kebijakan yang merusak bumi.
Gaya Hidup Minimalis Sebagai Solusi Untuk Mengurangi Krisis Ekologis
Pernahkah kamu mendengar tentang minimalis? Secara sederhana minimalis adalah konsep atau gaya yang mengutamakan kesederhanaan dan kebermanfaatan fungsi. Gaya hidup minimalis adalah cara hidup sederhana yang meminimalisir kepemilikan barang dan meringankan gaya hidup. Barang yang terlalu banyak di rumah, selain membuat tempat tinggal menjadi sempit juga akan membuat pikiran menjadi berat. Dengan menerapkan gaya hidup minimalis kita secara tidak langsung juga menjaga lingkungan sekitar kita. Untuk memulai gaya hidup minimalis kita bisa mulai dari merapikan lingkungan rumah kita sendiri. Berikut adalah langkah-langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menerapkan gaya hidup minimalis.
- Decluttering Barang
Tahukah kamu. Bahwa dengan memiliki barang yang terlalu banyak kita menyumbang jumlah sampah yang lebih banyak bagi bumi kita. Dengan mengurangi jumlah barang yang kita punya, secara tidak langsung kita sudah berkontribusi lebih terhadap lingkungan. Buatlah daftar barang ke dalam tiga kategori. Barang yang sering digunakan, barang rusak dan barang yang jarang dipakai. Kamu bisa menyumbangkan barangmu yang berlebih ke tetangga dan saudaramu yang lebih membutuhkan. Atau kamu bisa memperbaiki barangmu yang rusak sehingga nantinya bisa dipakai kembali.
- Manfaatkan Ulang Barang dan Hemat Energi
Kita bisa memanfaatkan barang lama kita dengan cara memperbaiki barang tersebut atau memakainya kembali sehingga umur masa pakai barang tersebut lebih lama. Misalnya kita menggunakan wadah bekas es krim untuk menaruh bawang. Mengumpulkan botol-botol bekas agar bisa digunakan untuk pot tanaman atau diberikan ke bank sampah untuk bisa diolah kembali. Kita juga bisa membiasakan diri untuk menghemat energi. Contohnya mematikan lampu saat tidur di malam hari, memakai air dengan lebih bijak, dan tidak menggunakan daya listrik secara berlebihan.
- Terapkan metode One In, One Out.
Mungkin kamu pernah atau sering membeli barang-barang karena tergoda diskon atau karena barang tersebut terlihat lucu dan cantik. Meskipun sebenarnya kamu tidak terlalu membutuhkan barang tersebut. Akibatnya banyak barang menumpuk di dapur atau di gudang rumahmu karena jarang kamu gunakan. Lama kelamaan barang tersebut bisa saja rusak dan akhirnya dibuang. Terapkan metode One In, One Out. Jika membeli barang baru, pastikan ada satu barang lama yang keluar. Jangan suka menumpuk barang yang akan dibuang. Langsung buang ke tempat sampah atau donasikan secepatnya.
- Membiasakan diri untuk berjalan kaki dan naik transportasi umum.
Berjalan kaki selain berefek positif bagi kesehatan tubuh kita, secara langsung juga berefek dalam mengurangi emisi karbon. Hanya dengan berjalan selama 30 menit setiap hari, kita bisa membakar kalori, menyehatkan jantung, dan menjaga berat badan tetap ideal. Secara bersamaan, kebiasaan ini menekan emisi karbon kendaraan, membantu mengurangi polusi udara, dan berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan.
Transportasi umum yang kita gunakan juga akan berefek baik bagi lingkungan karena kendaraan yang ada di jalan raya menjadi berkurang. Lagipula sekarang terutama di daerah perkotaan, transportasi umum sudah sangat banyak dan harganya juga murah. Mulai dari kereta, bis, ojek online, taksi online dan sebagainya.
Kita memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keberlangsungan hidup di bumi. Marilah kita mulai dengan membiasakan kebiasaan baik sehari-hari yang sederhana. Mulailah dari diri sendiri, keluarga hingga ke orang-orang yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Karena perubahan yang besar dimulai dari satu langkah kecil yang kita ambil hari ini.