Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sarasehan Kader Pondok Shabran UMS, Pentingnya Pembinaan Ruhani di Era Society 5.0 

AdminKS by AdminKS
Juni 26, 2026
in Report
0
Sarasehan Kader Pondok Shabran UMS, Pentingnya Pembinaan Ruhani di Era Society 5.0 
11
SHARES
63
VIEWS

KALIMAHSAWA, SURAKARTA – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sarasehan Kader bertajuk “Profil Kader Islam Berkemajuan di Era Society 5.0” pada Kamis (25/6/2026). Sarasehan tersebut menghadirkan Dr. Furqon Mawardi, M.P.I., Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) yang sekaligus alumni mahasantri Pondok Shabran tahun 2004.

Di Era Society 5.0 yang berpusat pada kecerdasan manusia dan teknologi, Furqon mengatakan kader Muhammadiyah harus menyadari pentingnya pembinaan ruhani sebagai fondasi kader Islam berkemajuan. Ia menegaskan bahwa kader Islam berkemajuan harus memiliki fondasi spiritual yang kuat sebelum mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masyarakat. 

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

“Kader Islam berkemajuan tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki fondasi ruhani yang kuat. Sebelum memimpin orang lain, seseorang harus mampu memimpin dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Surah Al-Muzammil telah menjadi pegangan hidupnya sejak dahulu hingga sekarang serta menjadi salah satu landasan penting dalam proses kaderisasi Muhammadiyah. 

“Perintah melaksanakan shalat tahajud mengandung pesan agar seseorang mempersiapkan diri sebelum mengemban tanggung jawab yang besar yaitu qoulan tsaqila”, jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para mahasantri Pondok Shabran merupakan calon penerus estafet kepemimpinan Muhammadiyah. Oleh sebab itu, proses kaderisasi harus berjalan secara utuh dengan menggabungkan pembinaan intelektual dan pembinaan ruhani.

“Para mahasantri Pondok Shabran merupakan calon penerus estafet kepemimpinan Muhammadiyah di masa depan. Oleh karena itu, proses kaderisasi tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembinaan ruhani yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang kader tidak hanya terletak pada kesalehan pribadi, tetapi juga pada kemampuannya mengajak orang lain kepada kebaikan sebagaimana pesan yang terkandung dalam Surah Al-‘Ashr.

Kegiatan sarasehan mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang mahasantri Pondok Shabran, Akmal Muhajir, mengaku kegiatan ini memberikan motivasi bagi dirinya. Menurutnya, pertemuan dengan alumni menjadikan pemantik semangatnya dalam menutut ilmu di tanah perantauan

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasantri karena dapat mengetahui rekam jejak para alumni yang sukses dan menjadikannya sebagai teladan untuk meraih kesuksesan,” ungkap Akmal usai kegiatan.

Kontributor: Muhammad Farhan

Terkait

Previous Post

Menyelamatkan Bumi dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Next Post

Minimnya Kesadaran Muslim terhadap Islam sebagai Agama yang Tenang

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Minimnya Kesadaran Muslim terhadap Islam sebagai Agama yang Tenang

Minimnya Kesadaran Muslim terhadap Islam sebagai Agama yang Tenang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.