Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Studium Generale: Rekonstruksi Paradigma Pemberdayaan Masyarakat di Era Modern

AdminKS by AdminKS
Mei 6, 2026
in Report
0
Studium Generale: Rekonstruksi Paradigma Pemberdayaan Masyarakat di Era Modern
12
SHARES
69
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, Yogyakarta – Laboratorium Pemberdayaan Masyarakat sukses menyelenggarakan agenda Studium Generale yang menghadirkan Immawan Muhammad Affan Ramadhan sebagai pemateri utama pada 1 Mei 2026. Mengusung tema yang krusial bagi keberlanjutan sosial, kegiatan ini membedah akar filosofis kekuasaan dan strategi taktis dalam memandirikan komunitas. Dalam pemaparannya, pemateri menegaskan bahwa pemberdayaan (empowerment) dan bantuan sosial sering kali disalahpahami oleh publik. Keduanya memiliki posisi yang mulia jika ditempatkan secara tepat, namun dapat menjadi sangat merendahkan martabat penerimanya jika dilakukan dengan cara yang salah. Fokus utama pemberdayaan adalah pada “daya,” yang secara otomatis bersentuhan langsung dengan konsep kekuasaan.

Kekuasaan, dalam pandangan tradisional, sering kali dilihat sebagai instrumen untuk memaksakan keinginan kepada orang lain tanpa memedulikan minat subjek tersebut. Jika kekuasaan dianggap sebagai sesuatu yang mutlak, vakum, dan terisolasi, maka pemberdayaan dipastikan akan gagal. Sebaliknya, dalam perspektif modern, kekuasaan harus dipandang sebagai sesuatu yang dinamis, dapat diperluas, dan berubah melalui relasi sosial. Dalam kerangka inilah, pemberdayaan muncul sebagai konsep perubahan yang nyata.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Pemberdayaan sebagai Proses dan Tujuan

Secara konseptual, pemberdayaan masyarakat didefinisikan melalui lima poin utama. Upaya meningkatkan kemampuan dan potensi masyarakat agar mampu mewujudkan jati diri.  Proses pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penggalian kemampuan pribadi. Pemberian kekuatan kepada kelompok rentan dan lemah agar memiliki daya tawar.  Proses penguatan manusia agar mampu berpartisipasi dan mengontrol lembaga yang memengaruhi hidupnya. Arahan bagi rakyat, organisasi, dan komunitas untuk berkuasa atas kehidupannya sendiri.

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa pemberdayaan memiliki sifat ganda. Sebagai proses, ia merupakan rangkaian kegiatan sistematis untuk memandirikan kelompok. Sebagai tujuan, ia merujuk pada kondisi masyarakat yang sudah berdaya dan mandiri dalam perubahan sosial. Hal ini diperkuat dengan nilai-nilai Islam yang memerintahkan umatnya untuk senantiasa berbuat baik, membela kaum lemah, menyejahterakan, berempati, serta menjauhi sikap sewenang-wenang. 

Akar Ketidakberdayaan dan Dampak Sosialnya Ketidakberdayaan bukan terjadi tanpa sebab. Pemateri mengidentifikasi beberapa faktor pemicu, antara lain:  Kultur dan Etos Kerja: Kebiasaan yang menciptakan mentalitas pasrah dan etos kerja rendah.  Psikologis: Persepsi negatif terhadap diri sendiri, seperti merasa tidak layak atau tidak mampu.  Struktural: Dampak industrialisasi yang melahirkan spesialisasi kerja serta hambatan lingkungan yang membatasi peran kelompok tertentu. Aksesibilitas: Ketiadaan jaminan ekonomi, kurangnya keahlian, minimnya akses informasi, serta keterbatasan finansial dan fisik.

Jika dibiarkan, ketidakberdayaan akan memicu disintegrasi sosial, ketimpangan ekstrem, hingga peningkatan angka kriminalitas. Beban ekonomi negara pun akan membengkak akibat siklus kemiskinan antargenerasi yang tidak kunjung putus.  Tipologi Partisipasi dan Model Pengembangan. Keberhasilan program pemberdayaan sangat bergantung pada bentuk partisipasinya:

Partisipasi Semu: Masyarakat hanya dijadikan objek oleh kelompok elit demi kepentingan luar.

Partisipasi Teknis: Masyarakat hanya dilibatkan dalam kegiatan praktis tanpa andil kebijakan.

Partisipasi Asli: Masyarakat memiliki kontrol penuh dan kuasa atas pilihan kegiatan yang mereka lakukan.

Sebagai penutup, pemateri menawarkan tiga model pengembangan masyarakat: pengembangan untuk masyarakat (bersifat proyek dari luar), pengembangan bersama masyarakat (kolaborasi), dan pengembangan masyarakat yang murni merupakan inisiasi lokal untuk membangun sistem dan kelembagaan yang mandiri. Seluruh program tersebut wajib memegang prinsip berbasis sumber daya lokal (local resources-based) dan berkelanjutan (sustainable). Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang memberikan wawasan baru bagi para peserta dalam mengaplikasikan teori pemberdayaan di lapangan secara nyata.

Terkait

Tags: Ikatan Mahasiswa MuhammadiyahMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

Bicara Kesehatan: Peran IMMawati di Tengah Krisis Kesehatan bagi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Next Post

Rawat Bumi dari Lingkungan Kecil, PDA Sukoharjo Gelar Workshop Peduli Alam

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Rawat Bumi dari Lingkungan Kecil, PDA Sukoharjo Gelar Workshop Peduli Alam

Rawat Bumi dari Lingkungan Kecil, PDA Sukoharjo Gelar Workshop Peduli Alam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.