Oleh: Zahirah Rizki Fuadi
Remaja muslim yang lahir pada masa generasi Z, tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, yang mempengaruhi cara mereka berekspresi dan menyebarkan nilai-nilai Islam. Teknologi, khususnya media sosial dan aplikasi digital, memberikan kesempatan bagi generasi untuk mengeksplorasi ajaran agama, serta menyampaikan pesan-pesan agama kepada khalayak yang lebih luas dengan cara yang inovatif dan relevan.
Namun, tantangan yang dihadapi antara lain ketergantungan pada dunia digital yang dapat mengalihkan fokus dari praktik keagamaan dan risiko terpapar informasi yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam (Ahmad Nurrohim dkk, 2025), karena masuknya budaya luar yang semakin pesat, entah itu berupa Westernisasi atau Hallyu.
Dunia digital yang bersifat bebas dan terbuka mengakibatkan banyaknya budaya luar yang masuk ke dalam. Salah satunya, yang sudah berkembang pesat yakni Hallyu, gelombang budaya Korea. Beberapa tahun terakhir, budaya Korea benar-benar jadi sorotan dunia. Mulai dari musik popnya, drama, sampai ke fashion dan gaya hidupnya memiliki gaya tarik yang luar biasa.
Tapi menariknya, dibalik kebanggaan itu, ada sisi lain yang jarang disinggung, apakah budaya modern ini bisa menimbulkan tasyabbuh, atau peniruan yang berlebihan terhadap tren dan gaya hidup yang kadang bertentangan dengan nilai moral dan agama?
Kalau kita lihat keseharian penggemar K-pop atau drama Korea sekarang, banyak dari mereka yang menjadikan idola atau aktor kecintaan mereka sebagai panutan utama. Mereka meniru gaya rambut, pakaian, cara bicara, bahkan pola hidup sang idola.
Padahal, tidak semua hal yang ditampilkan di industri hiburan itu bernilai positif. Disinilah muncul unsur tasyabbuh, ketika seseorang meniru tanpa menyaring, hanya karena ingin terlihat keren atau diterima oleh lingkungan. Dalam ajaran Islam, sikap seperti ini sebenarnya diingatkan agar kita tidak terlalu mengikuti gaya hidup yang bisa menjauhkan kita dari identitas dan nilai agama Islam.
Selain itu, banyak remaja yang menjadikan ketenaran dan popularitas sebagai ukuran kesuksesan. Mereka bermimpi jadi idol, penyanyi, atau influencer terkenal, karena melihat bagaimana dunia hiburan Korea begitu menyenangkan. Padahal di balik layar, kehidupan para selebriti itu tidak selalu indah seperti yang terlihat di layar.
Ada sebuah tekanan besar, standar kecantikan yang tinggi, dan tuntutan untuk selalu sempurna, sehingga bisa membuat remaja jadi kehilangan rasa syukur dan merasa kurang percaya diri karena role model mereka yang nampak begitu sempurna. Dalam Islam, kita diajarkan untuk bersikap sederhana dan menerima diri apa adanya, bukan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Meski begitu, bukan berarti semua pengaruh budaya Korea itu buruk. Banyak juga hal positif yang bisa diambil, seperti semangat kerja keras, disiplin, solidaritas antar kelompok, dan kreativitas yang tinggi. Selama remaja bisa menyaring mana yang baik dan mana yang bisa menjerumuskan, maka budaya ini tetap bisa memberi manfaat. Kuncinya adalah tetap berpegang pada nilai agama dan budaya sendiri. Islam tidak melarang umatnya mencintai seni atau budaya, asalkan tidak sampai kehilangan batas dan jati diri agamanya.
Jadi, pengaruh budaya Korea terhadap remaja zaman sekarang sebenarnya ada sisi positif yang bisa memotivasi, tapi juga ada sisi tasyabbuh yang perlu diwaspadai. Meniru boleh, tapi jangan sampai kehilangan arah. Meniru dalam hal yang tidak sampai mengikuti ritual agama suatu kaum itu tidak dianggap sebagai tasyabbuh, selagi pribadi tersebut dapat memilih mana yang dapat ditiru dan diamalkan, mana yang banyak mudhorot dan tak perlu diikuti.
Sebagai generasi muda, penting banget untuk tetap ingat bahwa identitas sejati bukan diukur dari gaya rambut atau jumlah pengikut di media sosial, melainkan dari akhlak, iman, dan seberapa besar kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang melalaikan. Kita tidak dapat membatasi budaya luar yang masuk kedalam, akan tetapi kita dapat membatasi dan menyaring diri kita dalam mengikuti budaya-budaya luar.
Editor: Ahmad Muwaffiqul Choir