Oleh: Jovi Fernando Setiawan
Teknologi berkembang dengan kecepatan yang sangat mengerikan belakangan ini. Setiap tahun, perusahaan teknologi merilis gadget baru yang menggoda. Salah satu yang paling gencar dipasarkan adalah jam tangan pintar. Kita mengenalnya dengan sebutan keren, yaitu smartwatch. Iklan-iklan di media sosial terus membombardir mata kita setiap hari.
Mereka menjanjikan kecanggihan yang seolah wajib kita miliki segera. Bisa baca pesan WhatsApp tanpa membuka ponsel dari saku. Bisa mengukur detak jantung saat kita sedang tidur lelap. Bisa menghitung berapa langkah kaki kita dalam satu hari. Fitur-fitur ini terdengar sangat futuristik dan memudahkan hidup manusia.
Namun, ada satu masalah besar yang sering kita abaikan. Harganya sering kali tidak masuk akal bagi dompet pekerja biasa. Sebuah smartwatch merek ternama harganya bisa setara motor bekas. Atau minimal, setara dengan harga ponsel Android keluaran terbaru. Bagi kita yang bergaji UMR, ini adalah sebuah ironi.
Gaji kita harus dibagi-bagi untuk bayar kos dan makan. Sisa uang sering kali hanya cukup untuk kuota dan bensin. Memaksakan diri membeli smartwatch mahal adalah keputusan finansial yang nekat. Kita bisa terjebak dalam cicilan kartu kredit yang mencekik leher. Padahal, fungsi utama jam tangan hanyalah satu: penunjuk waktu.
Di sinilah kita perlu berpikir ulang tentang definisi gaya hidup. Apakah keren itu harus selalu mahal dan berteknologi canggih? Apakah kita benar-benar butuh notifikasi yang bergetar di pergelangan tangan? Jawabannya tentu saja tidak, kita punya alternatif yang lebih bijak. Kita bisa tampil stylish tanpa harus mengorbankan tabungan masa depan.
Mari kita sambut kembali tren jam tangan retro yang legendaris. Jam tangan ini tidak butuh charger atau pembaruan perangkat lunak. Mereka sederhana, jujur, dan memiliki estetika yang tak lekang waktu. Pemain utamanya adalah merek Casio yang sudah melegenda puluhan tahun. Seri-seri lawas mereka kini justru menjadi incaran para pecinta mode.
Mari berkenalan dengan raja dari segala jam tangan murah. Namanya adalah Casio F-91W yang ikonik dan sangat merakyat. Jam ini pertama kali dirilis pada tahun 1989 silam. Desainnya kotak, tipis, dan terbuat dari resin hitam yang kuat. Harganya sangat ajaib, sering kali di bawah dua ratus ribu.
Meski murah, jam ini diakui sebagai masterpiece desain industri dunia. Ia dipakai oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial ekonomi. Presiden Barack Obama pernah tertangkap kamera memakai varian serupa. Bahkan, teroris internasional pun dikabarkan menggunakan jam tangguh ini. Ini membuktikan bahwa F-91W melintasi batas ideologi dan kelas.
Keunggulan utamanya adalah ketahanan baterai yang sangat luar biasa awet. Casio mengklaim baterainya bisa bertahan hingga tujuh tahun lamanya. Bandingkan dengan smartwatch yang harus dicolok listrik setiap malam. F-91W memberikan kita kemerdekaan dari ketergantungan pada stop kontak listrik. Kita bisa membawanya mendaki gunung tanpa takut kehabisan daya.
Selain itu, ukurannya yang tipis sangat nyaman di pergelangan tangan. Ia mudah menyelinap di bawah lengan kemeja kerja kita. Tidak menonjol dan tidak terasa berat saat dipakai mengetik. Kesederhanaan ini justru memberikan aura cool yang bersahaja. Kita terlihat sebagai orang yang praktis dan tidak ribet.
Jika F-91W terlalu sporty, ada pilihan lain yang elegan. Casio MQ-24 adalah jawaban bagi pecinta gaya minimalis sejati. Jam ini sering disebut sebagai jam tangan Paus Fransiskus. Desainnya bulat dengan latar putih atau hitam yang bersih. Jarum jamnya sangat mudah dibaca dengan sekilas pandang saja.
MQ-24 sangat fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Dipakai dengan kaos oblong dan celana pendek, ia terlihat santai. Dipakai dengan kemeja batik atau jas, ia terlihat sopan. Harganya pun sangat bersahabat, setara dengan beberapa bungkus rokok. Ini adalah investasi
gaya termurah yang bisa kita lakukan.
Bagi yang ingin tampil sedikit lebih “menyala” dan glamor. Casio A-168 adalah pilihan yang tepat untuk bergaya retro. Jam ini memiliki desain kotak mirip F-91W tapi berbahan logam. Rantai stainless steel-nya memberikan kesan mewah dan berkilau indah. Fitur illuminator-nya membuat layar menyala terang di tempat gelap.
A-168 sangat populer di kalangan anak muda skena musik independen. Memakainya memberikan sentuhan vintage tahun 80-an yang sangat kental. Jam ini menjadi pernyataan bahwa kita punya selera unik. Kita tidak sekedar ikut-ikutan tren gadget mahal yang seragam. Kita berani tampil beda dengan nuansa nostalgia yang asyik.
Tidak hanya merek Jepang, merek lokal Indonesia juga sedang bangkit. Industri jam tangan tanah air kini menawarkan kualitas yang bersaing. Banyak brand lokal mengusung desain kayu atau vintage yang estetik. Harganya memang sedikit di atas Casio, tapi masih terjangkau. Membeli produk lokal berarti kita mendukung ekonomi bangsa sendiri.
Kualitas jam tangan lokal kini tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menggunakan mesin penggerak yang awet dari Jepang atau Swiss. Material strap atau tali jamnya sering menggunakan kulit asli. Desainnya unik dan sering mengangkat unsur budaya nusantara kita. Ini memberikan kebanggaan tersendiri saat memakainya di pergelangan tangan.
Memilih jam tangan retro atau lokal adalah bentuk perlawanan budaya. Kita menolak didikte oleh algoritma yang menyuruh kita konsumtif. Kita menolak gagasan bahwa manusia harus terhubung internet 24 jam. Dengan jam tangan biasa, kita bisa melakukan “detoks digital”. Kita tidak terganggu oleh getaran notifikasi pesan yang tidak penting.
Kesehatan mental kita menjadi lebih terjaga dengan jam tangan analog. Kita tidak merasa cemas karena terus menerus dipantau oleh mesin. Kita bisa menikmati momen saat ini dengan lebih utuh. Saat ngopi bersama teman, kita tidak melirik jam terus. Kita fokus pada obrolan dan tawa yang nyata.
Selain aspek mental, aspek finansial adalah alasan paling kuat. Selisih harga antara smartwatch dan jam retro sangatlah jauh. Uang jutaan rupiah itu bisa dialokasikan untuk hal lebih penting. Kita bisa menabungnya untuk dana darurat atau modal nikah. Atau bisa diinvestasikan ke instrumen reksadana agar uangnya berkembang.
Ingatlah bahwa gadget elektronik mengalami penyusutan nilai yang cepat. Smartwatch yang kita beli lima juta hari ini, akan murah. Dua tahun lagi, harganya mungkin tinggal separuh atau kurang. Baterainya akan bocor dan sistem operasinya akan mulai lemot. Akhirnya, ia akan menjadi sampah elektronik di laci meja.
Sebaliknya, jam tangan retro seperti Casio punya umur panjang. F-91W bisa diwariskan ke adik atau anak kita nanti. Desainnya tidak akan pernah basi dimakan oleh zaman. Nilai fungsinya tetap sama: menunjukkan waktu dengan akurat. Ia adalah benda yang setia menemani tanpa banyak menuntut.
Sebuah artikel dari BBC News pernah membahas fenomena ini. Artikel berjudul “Casio F-91W: The strange dual life of the world’s most famous watch” (2011). Artikel itu menyebut jam ini sebagai “modest masterpiece” atau mahakarya sederhana. Ini validasi bahwa jam murah ini punya nilai sejarah tinggi. Kita memakai sebuah ikon desain, bukan sekadar plastik murah.
Jadi, jangan pernah minder memakai jam tangan murah meriah. Gengsi tidak akan membuat kita kaya atau lebih bahagia. Justru, orang yang cerdas finansial akan menghargai pilihan kita. Mereka tahu kita memprioritaskan fungsi dan gaya daripada harga. Kita terlihat sebagai pribadi yang percaya diri dan matang.
Padukan jam tangan retro mu dengan gaya berpakaian yang rapi. Kemeja flanel, celana chino, dan Casio A-168 adalah kombinasi maut. Atau kaos polos putih, celana jeans, dan F-91W hitam. Itu adalah gaya timeless yang akan selalu terlihat keren. Orang akan memuji seleramu, bukan menanyakan harga jammu.
Dunia fashion itu berputar, dan gaya retro selalu kembali. Saat orang lain sibuk mencari colokan untuk charge jam mereka. Kita santai saja melangkah dengan jam yang selalu menyala. Kita punya kemerdekaan waktu yang tidak dimiliki pengguna smartwatch. Kita adalah tuan atas waktu kita sendiri.
Mari kita sudahi kompetisi gaya hidup yang melelahkan ini. Kita tidak perlu membuktikan apa-apa kepada orang asing di internet. Cukup buktikan pada diri sendiri bahwa kita bisa mengatur uang. Bahwa kita bisa tampil keren dengan budget UMR yang terbatas.
Jam tangan adalah aksesoris kecil, tapi maknanya bisa besar. Ia menunjukkan siapa kita dan bagaimana kita memandang dunia. Apakah kita korban tren atau penikmat gaya yang otentik? Pilihan ada ditangan, atau lebih tepatnya, di pergelangan mu.
Mulailah berburu jam tangan retro incaran mu di marketplace sekarang. Harganya yang murah membuat kita bisa mengoleksi beberapa model sekaligus. Satu untuk kerja, satu untuk main, dan satu untuk olahraga. Koleksi ini jauh lebih memuaskan daripada satu smartwatch mahal.
Jadilah generasi muda yang cerdas, hemat, dan tetap stylish. Biarkan smartwatch menjadi mainan mereka yang punya uang berlebih. Kita cukup setia dengan jam klasik yang tangguh dan setia. Selamat menikmati waktu-waktumu dengan gaya retro yang asyik. Karena waktu adalah uang, maka hematlah uangmu saat melihat waktu.