Senin, Oktober 26, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Darul Arqom Dasar PK IMM Shabran UMS, Cetak Kader Digdaya Berjiwa Idelologis

RedaksiKS by RedaksiKS
November 10, 2025
in IMM, Report
0
Darul Arqom Dasar PK IMM Shabran UMS, Cetak Kader Digdaya Berjiwa Idelologis
17
SHARES
100
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA — Darul Arqom Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi dibuka di Gedung Tabligh Institute, Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 52 peserta, terdiri dari 48 peserta internal dan 4 peserta eksternal dari PK IMM Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS dan PK IMM Misbach.

Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian sambutan dari para pimpinan IMM dan tokoh Muhammadiyah, yang secara garis besar menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai pondasi utama gerakan kaderisasi IMM.

TulisanTerkait

IQT UMS Jajaki Kerjasama Akademik dengan Universitas Al-Azhar Kairo dan Universitas Islam Madinah

Dorong Kesadaran dan Daya Kritis Mahasiswa, Aliansi BEM UMS Gelar Sekolah Politik

BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

Ketua Umum PK IMM Shabran, M. Fikri Azka, menjelaskan pemilihan tema ‘Purifikasi Ideologi IMM dan Muhammadiyah untuk Mere-konstruksi Kader yang Digdaya.’ Ia mengungkapkan bahwa tema tersebut merupakan hasil diskusi mendalam bersama panitia.

“Banyak kader sudah dikaderisasi, tapi realitanya banyak daerah kekurangan kader. Kader tidak benar-benar menjadi kader jika tidak matang secara ideologi,” ujarnya. Senin, (10/11).

Fikri menekankan bahwa DAD ini diharapkan melahirkan kader yang digdaya, yakni kader yang memiliki ketahanan ideologi kuat dan mampu menjawab kebutuhan gerakan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Sukoharjo, Anas Asy’ari Nasuha, S.H,. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya DAD di Yogyakarta, yang menurutnya jarang dilakukan di luar daerah asal komisariat.

“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya bagi komisariat Shabran, yang biasanya DAD itu masih di daerah Solo Raya, namun kini bisa bertempat di Jogja,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar-kader, “Kader digdaya itu banyak, tapi mereka baru menjadi superman, belum menjadi superteam.”

Kepala Pondok Shabran UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., memberikan perspektif historis mengenai lokasi penyelenggaraan kegiatan.

“DAD di Jogja itu mendekatkan kita ke sumber lahirnya Muhammadiyah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dan dinamika persyarikatan.

Sebagai alumni Shabran, ia menyampaikan rasa bangganya. “Shabran benar-benar mencetak kader. Alumninya sekarang ada yang jadi wakil menteri, rektor, wakil rektor, sampai pimpinan-pimpinan Muhammadiyah di berbagai tempat.”

Wakil Sekretaris I Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Lc., M.A., turut memberikan penguatan idelogi Muhammadiyah kepada peserta DAD IMM. Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kapasitas alumni Shabran yang telah berdiaspora di berbagai ranah.

“Siapapun kita boleh berjuang di Muhammadiyah, karena Muhammadiyah bertahan karena orang-orang yang ikhlas di dalamnya.” Ungkapnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan IMM sebagai tempat mencari jabatan.

Dengan dibukanya kegiatan pada Sabtu, (8/11) lalu, peserta resmi memulai proses perkaderan intensif yang diharapkan melahirkan kader IMM yang ideologis, militan, dan siap mengabdi bagi umat, persyarikatan, dan bangsa. (Arsy/Adi/Humas)

Terkait

Tags: IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYHAIslamMuhammadiyahPeradaban
Previous Post

Dahsyatnya Kekuatan Buku

Next Post

Budak Nilai dan AI? KSiK Bahas Krisis Idealisme di Kampus

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Budak Nilai dan AI? KSiK Bahas Krisis Idealisme di Kampus

Budak Nilai dan AI? KSiK Bahas Krisis Idealisme di Kampus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.