Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

BEM UMS Gelar Bookparty ‘Harrasment Case’, Membangun Kesadaran Mahasiswa

RedaksiKS by RedaksiKS
September 10, 2025
in Report
0
BEM UMS Gelar Bookparty ‘Harrasment Case’, Membangun Kesadaran Mahasiswa
18
SHARES
106
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, Surakarta – Bekerjasama dengan Kalimahsawa.id, kementrian keilmuan dan keisalaman serta kementrian keperempuanan BEM UMS Kabinet Laluta Continua mengadakan Bookparty dengan tema “Harrasment Case”. Pada sore hari Selasa (9/9). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 20 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa dan umum.

Acara ini dimulai dengan penjelasan tentang teknis bookparty oleh pemimpin redaksi Kalimahsawa.id, Dwi Kurniadi. Lalu dilanjutkan dengan pembukaan, silent reading dan sharing session. Sharing session berjalan hangat, masing masing peserta menyampaikan kepada forum tentang apa yang telah dibaca untuk menjadi bahan diskusi. Beberapa peserta lainnya juga ikut bersuara untuk berbagi cerita dari pengalaman pribadi, maupun pengalaman orang terdekat yang berkaitan dengan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Dinyatakan di dalam forum, bahwasannya korban pelecehan seksual bukan hanya perempuan. Banyak juga laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual terutama di lingkungan yang terlalu membatasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Peran orang tua dan keluarga juga amat penting untuk membentuk perilaku pada anak, sehingga anak mengerti tentang rem-rem atau batasan dalam bergaul. Namun di sisi lain, tak jarang juga ditemui kasus-kasus pelecehan seksual yang datang dari pihak terdekat seperti keluarga itu sendiri. Hal ini dapat mengganggu psikis anak dan bahkan menyebabkan trauma hingga dewasa.

“Bookparty ini diadakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap isu kekerasan dan pelecehan seksual. Melalui kegiatan ini, kita melihat lebih dalam kisah, pengalaman, dan pemikiran yang tertuang dalam buku-buku yang sudah kita baca, lalu membawanya ke dalam forum diskusi terbuka. Bukan hanya sekadar membicarakan isi buku, tetapi juga bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dan membangun kesadaran untuk saling peduli dan bebas dari segala bentuk pelecehan”. Ungkap Naura, selaku salah satu narasumber pada acara tersebut.

“Saya merasa sangat beruntung dapat mengikuti forum seperti ini. Terlebih karena kegiatan ini menghadirkanrekan-rekan dari berbagai fakultas dan program studi, sehinggs membuka ruang diskusi yang lebih kay, interaktif, dan intens” tutur Faozan, salah satu peserta Bookparty “Harrasment Case”.

Pada penghujung acara, BEM UMS membagikan poster pencegahan pelecehan seksual kepada para peserta untuk ditempatkan di tempat umum. Sehingga siapapun yang merasa menjadi korban, saksi atau bahkan pelaku dari kekerasan dan pelecehan seksual dapat memindai QR Code yang tertera pada poster.

Kontributor: Astyra Gita Kinanti

Terkait

Tags: bookbookpartyIslammahasiswaMuhammadiyahpendidikanPeradaban
Previous Post

Inovasi KLANCENG EDUFARM: Mahasiswa UMS Satukan Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi

Next Post

PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya Gelar Aksi Damai untuk Suara Rakyat

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya Gelar Aksi Damai untuk Suara Rakyat

PC IMM Pekalongan Bersama Cipayung Pekalongan Raya Gelar Aksi Damai untuk Suara Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.