Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Bacalah Surat Al-Kahfi dengan Keutamaannya

RedaksiKS by RedaksiKS
Mei 24, 2024
in Ibadah
0
Al Quran
40
SHARES
237
VIEWS

Surat al-Kahfi merupakan surat ke-68 didalam al-Qur’an, diturunkan Allah SWT melalui malaikat Jibril sebelum surat asy-Syura dan setelah surat al-Ghasyiyah. Ayatnya ini terdiri dari 110 ayat, terletak pada juz 15 dan 16. Surat al-Kahfi dinamakan juga dengan “ashabul kahf” yang artinya “penghuni-penghuni gua”, karena pada ayat 9-26 terdapat kisah tentang 7 pemuda yang tertidur didalam gua selama bertahun-tahun.

Berdasarkan hisab tahun Syamsiah, lamanya mereka didalam gua adalah 300 tahun (Tafsir Jalalayn). Selain tentang kisah ashabul kahfi, didalam surat al-Kahfi terdapat juga kisah tentang dua pemilik kebun, kisah Nabi Adam A.S dan iblis, kisah tentang Nabi Musa, Nabi Khidir dan Nabi Dzulqarnain. Keseluruhan surat al-Kahfi berisi tentang seruan akidah yang benar dan beramal saleh.

TulisanTerkait

Kapan Wanita Mulai Shalat Zhuhur di Hari Jumat?

Film Bidaah Melalui Kacamata Tafsir Kontemporer: Antara Sensasi dan Substansi

Resistensi Shalat Berjamaah melalui Siaran Televisi

Tradisi membaca surat al-Kahfi dikalangan umat muslim umumnya dan muslim Indonesia khususnya, dilakukan dengan membaca ayat 1-110, dan ada juga yang membaca 10 ayat pertama saja. Ada yang membaca surat al-Kahfi diwaktu malam Jumat, waktu subuh, atau siang Jumat.

Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu hari), dan hari terbaik mustajab do’a dimana Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Hari Jumat di sebut juga sebagai yaumul mazid (hari tambahan) yang dijelaskan oleh Imam asy-Syafi’i didalam kitab al-Umm, hari disaat penghuni surga mendapatkan tambahan nikmat (nikmat terbesar) dari Allah yaitu melihat wajah Allah.

Hadits-hadits Amalan Membaca Surat al-Kahfi

Berikut beberapa hadits yang berkenaan amalan membaca surat al-Kahfi adalah sebagai berikut:

  1. Dari Abu Sa’id Al-Khudri R.A., Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya: “Barang siapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya diantara dua Jumat.” (HR. an-Nasa’i, dan HR. al-Baihaqi)

Ada 4 ulama yang mendhaifkan hadits ini, yaitu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Syaikh Musthafa Al-‘Adawi, Syaikh ‘Abdul Karim Khudair dan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini. Namun, hadits-hadits tersebut saling menguatkan satu dan lainnya. Sahabat Ibnu ‘Umar membaca surat al-Kahfi pada setiap hari Jumat. Oleh sebab itu hukum membaca al-Kahfi pada hari Jumat hanya sunnah (Tuasikal, 2023).

  1. Dari Abu Sa’id Al-Khudri R.A., Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. ad Darimi)

Berdasarkan hadits ini maka hukumnya mustahab (di anjurkan) untuk membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat dengan fadhilahnya yaitu pembaca surat al-Kahfi mendapatkan cahaya antara dia dan Ka’bah (Tuasikal, 2019).

  1. Dari Abu Darda’ R.A., Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف

Artinya: “Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari Dajjal. Dan didalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim, dan HR. Ahmad).

Dijelaskan pada kitab shahih Muslim di dalam Bab Dzikru Dajjal bahwa ayat-ayat al-Kahfi berfungsi sebagai penjaga kalian dari fitnah Dajjal (Wasitho, 2013).

  1. Dari Syu’bah bin Hajjaj Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ كَمَا أُنْزِلَتْ كَانَتْ لَهُ نُورًا مِنْ حَيْثُ يَقْرَؤُهُ إِلَى مَكَّةَ ، وَمَنْ قَرَأَ آخِرَ  الْكَهْفِ فَخَرَجَ الدَّجَّالُ لَمْ يُسَلَّطْ عَلَيْهِ

Artinya: “Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan niscaya baginya cahaya dari tempat ia membacanya sampai Makkah, dan barangsiapa membaca ayat-ayat terakhir surah Al-Kahfi sedangkan Dajjal telah keluar niscaya ia tidak akan bisa di kuasai oleh Dajjal.” (HR. an-Nasa’i)

Kedudukan riwayat hadits ini adalah shahih, karena Syu’bah bin Hajjaj memegang posisi penting sebagai seorang perawi yang dapat dipercaya dan diangkat sebagai amirul mukminin dibidang hadits. An-Nasa’i menyatakan bahwa selain Malik bin Anas dan Yahya bin Sa’id al-Qathan, Syu’bah bin Hajjaj juga telah dipercaya untuk menjaga ilmu ilmu rasul-Nya.

  1. Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan dalam kitab al-Umm:

وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيْهَا

Artinya: “Dan saya suka membaca al-Kahfi pada malam Jumat dan hari Jumat berdasarkan (hadits) tentang hal itu:”

عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَإِلَى جَانِبِهِ حِصَانٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ

Artinya: “Dari al-Bara’ bin ‘Aazib radhiyallahu anhu beliau berkata: Ada seorang laki-laki yang membaca surat al-Kahfi, disampingnya ada kuda yang terikat pada dua tali yang panjang. Tiba-tiba ia dinaungi awan yang terus mendekap, maka kuda itupun lari (terlepas dari ikatan). Pada pagi harinya, orang tersebut mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam dan menceritakan hal itu. Nabi bersabda: Itu adalah as-Sakiinah (ketenangan) yang turun dengan al-Qur’an (H.R. al-Bukhari dan Muslim)

Dengan hadits-hadits yang telah dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa amalan membaca surat al-Kahfi adalah mustahab dan sunnah dengan keutamannya. Keutamaan membaca surat al-Kahfi juga telah dijelaskan pada hadits shahih tanpa menyebutkan hari Jumat. Khusus pengikut Imam asy-Syafi’i rahimahullah, surat al-Kahfi dapat dibaca pada malam Jumat dan hari Jumat berdasarkan hadits shahih yang di rujuk Imam asy-Syafi’i. Oleh sebab itu, bacalah surat Al-Kahfi dengan harapan ridho Allah untuk mendapatkan keutamaannya.

Penulis: Abrar Muslim (Mahasiswa S1 Ilmu Al Qur’an dan Tafsir STAI Al Hidayah Tasikmalaya)

Terkait

Previous Post

Fenomenologi Husserl dalam Konteks Perkawinan di Indonesia

Next Post

Dari Active Awareness Membuka Masa Depan yang Lebih Cerah

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Dari Active Awareness Membuka Masa Depan yang Lebih Cerah

Dari Active Awareness Membuka Masa Depan yang Lebih Cerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.