Setiap manusia mengharapkan kehidupannya yang baik, damai dan penuh kebahagian, namun seringkali orang merasa hidupnya tidak bahagia. Kesejahteraan dalam hidup itu sebenarnya harus dicari dan diciptakan, bukan hanya ditunggu. Dalam konteks ini agama Islam punya keunikan tersendiri, pernagh dengar istilah “Islam itu damai”?, pasti sudah banyak yang tahu soal itu, ajaran-ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw, memberikan dampak ‘positive vibes’ bagi yang mempelajari dan mendalaminya.
Seorang Muslim yang mempelajari Islam lebih dalam akan mudah menemukan identitas dirinya dan kebahagiaan dalam hidupnya. Ketika Ia merasa hatinya dekat dengan Allah Swt, tentu ia hanya ketentraman jiwa yang didapatkan hingga membuatnya merasa semua akan baik-baik saja. Ujian demi ujian dalam kehidupan akan ia lalui dengan mudah sebab tidak menjadikannya sebagai beban, ia akan percaya atas kekuasaan Allah Swt. Dahsyat nya Islam sangat amat terasa jika kita menyelaminya lebih dalam.
Kehidupan sama halnya dengan roda berputar, tidak selamanya diatas dan tidak pula selamanya di bawah. Setiap manusia pasti punya porsi cobaan masing-masing. Namun jika kita ingat-ingat, Allah Swt memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hambanya, hal ini di jelaskan Allah Swt dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 286:
لَا يُكَلِفُ اللّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا …… إلَى آخِرِهِ ٢٨٦
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.
Di tegaskan juga dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Sungguh, besarnya suatu pahala itu bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan memberikan ujian kepada mereka. Barangsiapa yang rela, maka ia akan mendapat ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapat kebencian-Nya”, (HR. At Tirmidzi). Dari hadis ini dapat kita pahami bahwa pasti ada hikmah yang bisa di petik dari setiap cobaan kehidupan.
Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini, menjadi bukti bahwa kebanyakan manusia kurang memahami dua redaksi diatas, mereka menganggap cobaannya sangat berat, merasa paling terpuruk dan tidak ada kebahagiaan dalam hidupnya. Ketika seseorang merasa stress, bagi orang yang jauh dari Tuhan tentu akan menghalalkan segala cara agar bisa mengalihkan pikirannya menjadi lebih tenang.
Jika kita pahami lagi, pada dasarnya cobaan dalam hidup merupakan bentuk kasih sayang Allah Swt terhadap hamba-Nya. Tidak sedikit orang yang berprasangka buruk pada Allah Swt karena cobaannya yang di rasa berat, mereka merasa Allah Swt tidak menyayanginya dan tidak adil atas hidupnya. Statement-statement seperti itu menandakan bahwa tidak adanya kesejahteraan dalam hidupnya, sehingga hatinya merasa tidak tenang. Alangkah baiknya sebagai umat Muslim, kita ‘positive thingking’ saja pada Allah Swt.
Islam mengajarkan banyak cara untuk mencapai kebahagian dunia maupun akhirat, Islam punya banyak metode untuk siapa saja yang mencari ketenangan dalam hatinya ketika Ia mendapat cobaan, contohnya dzikir, bersholawat, membaca Al-Qur’an, mendengarkan bacaan Al-Qur’an, dan lain sebagainya.
Al-Qur’an Menghidupkan Hidup
Kitab Qur’an adalah anugerah terbesar bagi umat Islam dan berlaku hingga akhir zaman. Al-Qur’an membawa banyak sekali dampak positive bagi kehidupan siapa saja yang dekat dengannya. Seseorang yang cinta dengan Allah Swt, Rasulullah Saw, serta Al-Qur’an, tentu akan mendekatkan dirinya kepada hal-hal yang berkaitan dengan kecintaannya.
Positive vibes yang di bawa Al-Qur’an menjadikan suasana kehidupan lebih damai, tenang dan berkah. Di sisi lain jika kita senantiasa dekat dengan Al-Qur’an akan mendapatkan pahala dan ganjaran berupa surga dari Allah Swt. Al-Qur’an yang mulia membawa kesejahteraan bagi siapa saja yang selalu mengkorelasikan Al-Qur’an dengan kehidupan sehari-harinya. Hal ini menandakan bahwa kedekatan kita pada Al-Qur’an menjadi pendorong kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Membiasakan diri dengan mendekati Al-Qur’an menjadikan seseorang lebih berwibawa dalam menanggapi segala sesuatu. Cobaan hidup terasa lebih ringan dan mudah di lalui, menjaga hati maupun mental agar lebih sehat. Mendatangkan rahmat dan perlindungan dari Allah Swt, memberi syafaat di hari kiamat maupun saat penghakiman di hadapan Allah Swt. Kita akan merasa bahagia dan dapat berperilaku lebih baik dalam berkehidupan.
Al-Qur’an sebagai obat terbaik segala penyakit baik fisik maupun hati, sering kita tidak sadari. Kenyataannya, hati menyimpan banyak penyakit, contohnya iri, dengki, tamak, berperasangka buruk kepada orang lain, bahkan tidak jarang kita berperasangka buruk kepada Allah Swt atas cobaan yang di berikan pada kita.
Dari sini dapat kita simpulkan, untuk menjadi Muslim Muslimah yang baik. Alangkah baiknya jika kita senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw dengan cara menaati segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya. Serta menjaga dan mendekat kepada Al-Qur’an Al-Karim. Mari kita perkuat lagi keimanan dan ketauhidan kita, agar selalu berada dalam kesejahteraan dan perlindungan Allah Swt. Wallahua’lam.
Penulis: Aulia Amalia (Mahasiswa UINSA Surabaya)