Salah satu tradisi yang lahir dari peradaban Islam, tasawuf merupakan khasanah keilmuan yang memiliki peran tersendiri untuk membimbing manusia agar tidak tersesat dari fitrahnya.
Tasawuf sendiri pada dasarnya berfokus pada pembersihan jiwa pada manusia agar dapat memperoleh kedekatan kepada Allah. Sebelum agama Islam sampai di Nusantara, masyarakat Indonesia sudah kental dengan berbagai aliran kepercayaan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa manusia di mana dan kapan pun adalah makhluk agamis secara naluri dan fitri.
Ketika Islam masuk tidak serta merta menggeser atau menghilangkan langsung kebudayaan dan kepercayaan masyarakat lokal. Maka dari itu terjadinya akulturasi budaya Islam dan kebudayaan lokal tidak dapat di hindari. Sehingga dalam penerapannya wajar jika di temui praktik keagamaan Islam yang masih kental dan di bubuhi dengan warna budaya setempat.
Dari hal ini dapat membuktikan keselarasan antara Islam dengan budaya lokal. Pada implementasinya di masyarakat kedua elemen ini dapat di gabungkan dan tetap dapat berkesinambungan.
Era globalisasi adalah masa yang ruwet di mana terjadi transformasi yang cepat dan tanpa batas di seluruh penjuru dunia dalam waktu yang sangat singkat. Sehingga meruntuhkan semua batas-batas di segala bidang. Di era globalisasi yang semakin maju dan zaman yang semakin modern ini di hadapkan dengan masalah moral dan akhlak yang cukup serius. Apabila terus menerus di biarkan akan dapat merusak masa depan bangsa, praktik hidup yang menyimpang.
Tasawuf pada dasarnya merupakan jalan atau cara yang ditempuh oleh seseorang untuk mengetahui tingkah laku nafsu dan sifat-sifat nafsu, baik yang buruk maupun yang terpuji. Di sini memberikan peran penting dalam membimbing manusia dalam menemukan Tuhannya.
Menghilangkan perasaan hampa yang ada dalam diri manusia modern. Karena di era yang serba modern dan semua yang ingin di dapatkan dapat terpenuhi secara singkat. Membuat seseorang merasa mampu memenuhi keinginannya sendiri dan melupakan tuhan dalam usahanya. Hal ini lah yang semakin lama membuat seseorang merasa kekosongan dalam dirinya. Di sinilah peranan Tasawuf untuk mengembalikan nilai-nilai spiritual yang telah hilang dari diri manusia.
Tasawuf yang di implementasikan pada era modern ini tanpa mengurangi atau menambahkan konsep yang sudah ada dengan hal lain. Hanya saja tasawuf di era modern ini mengalami pembaharuan sesuai kondisi dan zaman. Hal ini dilakukan agar tasawuf yang di implementasikan di era modern dapat diterima dan lebih mudah untuk di pahami di era modern saat ini.
Di era modern saat ini banyak orang yang lebih mementingkan nilai matrealistik dan mengesampingkan nilai-nilai spiritualitas dalam dirinya. Mereka meyakini dengan lebih mengedepankan materi maka mereka akan lebih unggul dari segi bidang perekonomian, strata sosial dan yang lain sebagainya. Semua masalah masalah dalam dirinya dapat terselesaikan dengan mudah jika memiliki materi yang unggul.
Di sini tasawuf juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup manusia dengan membentuk mental spiritual yang kuat dalam diri manusia dan meningkatkan kualitas akhlak manusia. Tasawuf juga berperan sebagai pengendali dan pengontrol dimensi sipirual manusia agar tetap terjaga di tengah arus modernisasi.
Dalam masyarakat Indonesia, kebudayaan yang senantiasa di jaga kelestariannya oleh masyarakat ialah tradisi-tradisi yang di wariskan dari nenek moyang. Begitu pula dengan Tasawuf yang saat ini seiring dengan berkembangnya zaman telah bermetamorfosa menjadi sebuah thariqah-thariqah.
Lalu kaitan antara tasawuf dengan tradisi di Indonesia khususnya miliki kaitan secara lebih mementingkan konsep intuisi di bandingkan dengan aspek nalarnya. Hal ini menjelaskan mengapa saat Islam masuk ke Indonesia Agama Islam dapat di terima secara mudah dan langsung oleh masyarakat.
Di sini dapat di simpulkan bahwasanya tasawuf dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas dengan cara memberikan solusi pada krisis spiritualitas. Akibat dari pengaruh moderenisasi dan positivisme yang lebih mengedepankan materi ketimbang dengan spiritual. Tasawuf dapat membantu individu menemukan keseimbangan aspek materialistik dan spiritual. Serta membantu individu untuk mengembangkan dan memahami lebih dalam mengenai aspek keagamaannya.
Penulis : Juma’Iyah Nur Wahidah (Mahasiswi UIN Surabaya)