Minggu, November 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Artificial Intelligence dan Peran Manusia

Anas Asyari Nashuha by Anas Asyari Nashuha
Juli 4, 2023
in Filsafat
0
beretika media sosial

Kalimahsawa.id

46
SHARES
271
VIEWS

Artificial Intelligence (AI) yang biasa disebut sebagai kecerdasan buatan belakangan ini menjadi marak diperbincangkan. Hal ini semakin ramai dipicu dengan berbagai fenomena yang akhir-akhir ini penulis temukan dimedia. Tak hanya dikaji oleh para akademisi namun sudah menjadi perbincangan pada khalayak umum.

Bahkan masyarakat umum menyoalkannya dengan hadirnya AI mempengaruhi kehidupan bermasyarakat. Lihat saja ketika ramai dengan adanya audio tiruan, bahwa ada suara buatan yang mampu benar-benar menyerupai dengan suara asli manusia. Termasuk dengan hadirnya teknologi wajah yang mampu memperlihatkan manusia diusia dini hingga tua.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Amor Fati: Ketika Mencintai Takdir Menjadi Bentuk Tertinggi dari Kebebasan Jiwa

Tentang Artificial Intelligence

Jadi apa yang terjadi dengan AI atau kecerdasan buatan adalah mesin yang sangat canggih buatan manusia berdasar kepada kumpulan data besar yang dikumpulkan. Dari kumpulan-kumpulan data tersebut, mesin AI dapat mengambil keputusan sebagaimana manusia mengambil keputusan.

Sampai saat ini mesin dengan basis AI sudah dapat mengalahkan manusia dalam suatu hal. Itulah yang kemudian dianggap sebagai ancaman pekerjaan manusia yang terancam punah. Meski begitu AI ini pada dasarnya tentu diciptakan untuk membantu dan memudahkan pekerjaan manusia.

Istilah Kecerdasan Buatan ini dalam beberapa sumber disebutkan berasal dari suatu konferensi yang disebut dengan Dartmouth Conferences pada tahun 1955, dan orang yang mengisnpirasinya adalah John McCarthy (1927-2011). Beliau mengartikan kecerdasan buatan atau AI dengan begitu mudah: “Artificial Intelligence adalah Sains dan Teknik untuk menjadikan mesin yang cerdas/pintar.”

Namun ada berbagai definisi yang diberikan oleh ahli akademik yang mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai : “Bidang ilmu yang mempelajari bagaimana caranya untuk membuat mesin agar mempunyai kemampuan berfikir seperti manusia.”

Definisi lainnya juga dijelaskan bahwa Kecerdasan Buatan yakni Suatu cabang ilmu komputer yang menciptakan komputer agar dapat mengadopsi aspek kecerdasan manusia seperti pengenalan suara, deduksi, penalaran, respons kreatif, kemampuan belajar dari pengalaman dan kemampuan membuat penalaran sendiri apabila diberi informasi yang tidak lengkap.

Dua bidang penelitian tentang kecerdasan buatan ialah sistem pakar dan “Natural Language Processing”. Konsep kecerdasan buatan dikembangkan oleh Alan Turing pada tahun 1950. Beliau menggunakan istilah kecerdasan komputer. Awalnya konsep ini dinamakan sebagai kecerdasan buatan oleh John Mc Carty pada tahun 1955.

Contoh aplikasi kecerdasan buatan saat ini ialah permainan yang ada di komputer seperti program permainan catur. Program ini telah digunakan untuk mengalahkan juara catur dunia Anatoly Karpov. dahsyat beginilah hasil kerja-kerja intelektual manusia di abad modern.

Kerja-kerja Intelektual Manusia

Perubahan demi perubahan sudah sejak lama bergulir. Sejak zaman yunani kuno oleh filsuf thales dimana perubahan dari mitos ke logos menjadi titik terdalam manusia. Berbekalkan akal yang selalu berupaya bagaimana kemajuan kehidupan manusia berjalan hingga kemajuan teknologi yang terus berkembang hingga saat ini.

Pada puncaknya perpindahan dari teosentries kepada antroposentries yang terjadi pada revolusi prancis oleh tokoh pertamanya yakni rene descartes penganut skeptisisme yang sangat mengedepankan akal kecerdasan manusia. Dengan memusatkan manusia sebagai pusat titik utama dalam membuahkan perubahan menjadikan manusia sebagai tuhan baru dimuka bumi ini.

Namun begitu teknologi modern sebagai kerja-kerja intelektual mampu menghasilkan berbagai kemajuan yang mengguncangkan dunia. Dalam suatu perubahan tentu ada yang mampu menerima dengan penuh meski disisi lain adapula yang meresahkan bagi makhluk hidup dimuka bumi ini. Ketika teknologi industri zaman 1.0 berkembang hingga saat ini tengah dipusaran 5.0 selalu menjadi tantangan. Mampukah manusia terintegrasi atau hanya beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut.

Dari telephone yang menghubungkan suara dari satu sudut ke sudut yang lain yang pertama ditemukan oleh alexander gaham bell yang kemudian dikembangkan lagi oleh martin cooper hingga menemukan telephone genggam yang mudah dibawa kemana saja yang benar-benar berdampak pada pola komunikasi sosial masyarakat sehingga menjadikan pola komunikasi yang efektif hingga saat ini kita kenal dengan gadget. Yang mampu membaca pola pikir manusia sesuai dengan kebutuhannya dengan berbekal basis data didalamnya.

Yang menarik dari fenomena tersebut yakni perubahan pola komunikasi sosial semakin tergerus hingga menjadikan sebagai manusia berjalan individulistis. Artinya kemajuan teknologi modern tak sebanding dengan kemajuan pola pikir manusia yang khawatirnya menjerumuskan manusia kepada jurang modernitas. Jurang yang cenderung destruktif hingga posisinya tergeser oleh para robot yang kini tengah dikembangkan oleh para ilmuwan.

Artificial Intelligence sebagai Sunnatullah

Uniknya manusia dengan berbekal akal sejak zaman batu hingga zaman silikon tak penah berubah ia terus menerus mengembangkan akal menjadi suatu yang sangat mengagumkan. Hingga pada fenomena yang sedemikian melampaui batas ide fixi. Kecerdasan buatan adalah keniscayaan dari ilmu pengetahuan yang tak terbendung sedemikian rupa.

Dan kemajuan teknologi adalah satu hasil nyata yang mampu memudahkan kehidupan di muka bumi ini, dan ini merupakan sunnatullah yang harus di sikapi dengan sebijak mungkin. Gadget yang tak pernah lepas dari diri kita adalah realita baahwa ada dunia baru di dalam dunia nyata ini yang mampu menghubungkan antara satu masyarakat dengan yang lainnya dalam ruangan tertentu. Sunnatullah tidak akan berubah dan tidak ada siapa yang dapat merubahnya sejak Allah Taala wujudkannya sampai kapanpun.

Firman Allah SWT yang artinya: “Karena engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang perubahan bagi Sunnatullah, engkau tidak sekali-kali akan mendapati sebarang penukaran bagi perjalanan sunnatullah itu.” (Fathir: 43)

Perlu diingat bahwa Sunnatullah itu terbagi pada dua bagian, antara manusia menerimanya secara terpaksa dan manusia menerima secara sukarela.

Dengan hadirnya suunnatullah ini kemudian memaksa manusia harus mampu terintegrasi dengan teknologi Artificial Intelligence tersebut. Fenomena yang juga sunnatullah ini bisa menjadi suatu tantangan bagi umat islam. Bagaimana memposisikannya sebagai pijakan intelektual sekaligus spriritual manusia dalam menjadi sosok insan kamil kata muhammad iqbal.

Dalam kedudukannya sebagai khalifah untuk terus merawat bumi ini hingga kemudian nilai-nilai destruktif yang terdapat dalam kemajuan teknologi modern tidak berdampak banyak pada kehidupan yang temporer ini. Sehingga tetap menjadikan manusia sebagai subjek yang memipin di muka bumi ini.

Terkait

Previous Post

Jalan-Cinta itu Tuhan Akan Selalu Bersama-Mu

Next Post

Teologi Pembebasan: Doktrin Agama Sebagai Pembebas

Anas Asyari Nashuha

Anas Asyari Nashuha

Next Post
Pancasila dan Muhammadiyah (1): Jejak Ulama Modernis

Teologi Pembebasan: Doktrin Agama Sebagai Pembebas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.