Dalam relasi al-Qur’an dan sains. Kita bisa mengetahui apa saja hubungan antara ilmu pengetahuan dan islam serta mengetahui pandangan islam terhadap sains dan teknologi khususnya pada konsep alam semesta.
Al-Qur’an adalah pedoman bahkan panutan bagi umat manusia yang menuntun ke dalam tiga dimensi kehidupan manusia, yaitu alam fana(alam dunia), barzakh(alam kubur), dan akhirat. Al-Qur’an diturunkan kepada nabi muhammad yakni seorang nabi dari kalangan orang arab quraisy yang terhormat dan terpandang.
Al-quran adalah mukjizat terbesar nabi muhammad yang diturunkan allah melalui perantara malaikat jibril. Di tulis dalam mushaf yang senantiasa dijamin kemurniannya dan keasliannya tidak dapat dirubah oleh manusia manapun dari dulu hingga saat ini. Membacanya adalah sebuah amal ibadah dan mempelajarinya adalah suatu keharusan bagi kaum muslimin.
Secara bahasa al-quran qaraa yaqrau quranan yang berarti “bacaan atau dibaca”. Seperti yang kita ketahui bahwasanya wahyu yang pertama kali turun adalah surah al-alaq ayat 1-5 yang menjelaskan tentang perintah untuk membaca. Jadi manusia senantiasa dituntut untuk selalu membaca apapun kapanpun dan dimanapun ia berada.
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan mempelajari sesuatu. Tujuannya untuk selalu mengingatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam semesta.
Segi-segi ini memiliki batasan supaya manusia dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi ruang lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya sehingga pembahsan tidak terlalu melebar luas dari konteks yang dituju.
Ilmu bukan hanya sebatas pegetahuan (knowledge). Tetapi menyimpulkan sekumpulan pengetahuan bedasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat diuji secara sistematik dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Jika dipandang dari segi ilmu filsafat maka ilmu terbentuk karena ada keinginan manusia untuk berfikir lebih jauh mengenai sebuah ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan itu sendiri adalah produk dari epistemologi.
Membahas hubungan al-Qur’an dan ilmu pengatahuan tidak hanya dinilai dari seberapa banyak kandungannya yang dapat digunakan dalam ilmu pengetahuan. Melainkan melihat dari sisi adakah al-Qur’an dan jiwa ayat-ayatnya yang dapat menghalangi atau mendukung dalam kemajuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Karena kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya diukur dari sumbangan al-Qur’an yang diberikan kepada masyarakat atau metode dan ide yang dikembangkannya. Tetapi juga pada sekumpulan syarat-syarat psikologis dan sosial yang diwujudkan, sehingga memiliki dampak (positif atau negatif) terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Sampai kita dapat mengetahui bahwa secara tidak langsung Allah SWT menunjukkan bahwa al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan.
Allah swt menunjukkan salah satu tanda kekuasaanya yang dapat kita lihat dan kita rasakan setiap hari. Contohnya adalah penciptaan alam semesta. Tidak sedikit ayat al-quran mengajak kita untuk merenungkan ciptaannya tak terkecuali tentang alam semesta. Alam semesta adalah salah satu ciptaan allah berupa suatu ruang yang didalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik. Juga didalamnya terjadi berbagai peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun tidak diungkapkan oleh manusia.
Manusia sangat banyak belum mengetahui tentang misteri-misteri yang terdapat dalam alam semesta ini. Salah satu misterinya adalah tentang sistem alam semesta seperti halnya proses penciptaan alam semesta. Perputaran yang berada dalam alam semesta dan lintasan (orbitnya).
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus 10:5, yang artinya: Ia-lah yang menjadikan matahari bersinar, dan bulan bercahaya, (Ia-lah yang) menentukan manzilah-manzilah baginya, supaya kamu tahu jumlah tahun dan perhitungan (waktu), tiada Allah menciptakan ini, kecuali dengan sebenarnya. Demikianlah Ia menjelaskan ayat-ayat bagi orang yang mengetahui. (Departemen Agama RI,2005)
Dalam sains pernah ditemukan oleh ilmuwan konsep tentang perputaran orbit yang pertama mengemukakan bahwasannya seluruh alam semesta dan planet-planetnya terfokuskan terhadap bumi yang menjadi inti dari perputaran tersebut. Lalu setelah beberapa tahun ada yang membantahnya dan berpendapat bahwasanya mataharilah inti dari perputaran orbit tersebut.
Dengan berkembangnya teknologi yang makin canggih. Maka muncul kembali setelah itu pendapat bahwasanya alam semesta akan semakin mengembang hingga batasan ke-elasitisitasnya. Teori ini dikemukakan oleh enstein yang ia ibaratkan dengan menggoreng krupuk yang awalnya mengembang lama kelamaan akan menggulung dengan sendirinya. Begitulah alam semesta ini pada saat ini proses pengembangan itu terus menerus.
Ilmuwan setlahnya menemukan penemuan terbaru dengan teleskop yang lebih canggi ia mengatakan bahwa ia menemukan kumpulan galaksi seperti bunga mawar. Temuan ini diaplikasikan dengan konsep gelombang elektromagnetik dan efek dopler dapat dianalisa sebagai berikut 1) warna merah termasuk bagian cahaya tampak yang mempunyai frekuensi paling kecil pada sprektum gelombang elektromagnetik 2) benda bergerak menjauhi frekuensinya semakin kecil dan sebaliknya jika bergerak mendekati frekuensinya semakin besar. Apa itu galaksi ? galaksi adalah kumpulan benda-benda luar angkasa yang jumlahnya milyaran.
Lagi-lagi konsep ini baru ditemukan jauh setelah alquran turun kepada nabi muhammad dalam Q.S Ar-rahman 55:37-38. Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Ini menandakan bahwasanya mukjizat yang diberikan kepada nabi muhammad sangatlah besar dan menandakan bahwasanya al-quran benar-benar kalam allah dan bukan buatan manusia.
Allah didalam firmannya pernah menantang siapapun yang tidak percaya bawha al-quran adalah firman allah maka buatlah ayat yang semisal dengannya tapi nyatanya hingga sekarang tak seorangpun manusia yang dapat ,membuat semisalnya bahkan ahli syair pun tak menyanggupinya.
Subahannallah atas segala ciptaannya yang tak ada satupun tandingan yang dapat menandinginya. Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam karena sesuai dengan fitrah manusia, konsisten dan tak berubah-ubah, jauh dari campur tangan manusia. Sehingga al-Qur’an terjaga kemurniannya dan kesuciannya. Allah swt sendirilah yang menjaganya dan para penghafal yang sekrang telah berada diberbagai belahan dunia sehingga tidak akan hilang dari muka bumi ini.
Al-Qur’an selalu lebih terdepan dari sains tetapi alquran bukanlah buku pelajaran sains tapi alquran adalah panutan bagi umat manusia dan khususnya bagi umat islam sendiri. Membuktikan bahwa ini salah satu mukjizat al-quran yang membahas tentang alquran dan ilmu pengetahuan yang dibuktikan pada konsep alam semesta.
Penulis : Taj Zahi El-Huda (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)