Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

 Estetika : Seni sebagai Media Dakwah

RedaksiKS by RedaksiKS
Mei 22, 2023
in Filsafat
0
kalimahsawa
45
SHARES
263
VIEWS

Seni merupakan sebuah karya yang memancarkan sebuah keindahan yang memiliki makna tersendiri. Kita ketahui bahwasannya keindahan merupakan sesuatu yang dapat memberikan kebahagiaan. Dalam ruang lingkup filsafat keindahan dikenal dengan istilah “estetika”. Istilah yang berasal dari kata aesthesis yang memiliki arti ‘presepsi inderawi’ dalam bahasa Yunani. Pikiran yang muncul sebab persepsi inderawi, hal tersebut yang membedakan presepsi yang berasal dari logika.

Bukan berarti estetika tidak memiliki hubungan dengan logika. Karena pada akhirnya estetika akan memerlukan peran logika dalam menalar dan memahami makna tersendiri yang didapat dari seni. Hal tersebut akan mempengaruhi dalam menentukan pilihan atau tindakan. Obyek dari bahasan estetika adalah pengalaman indah, seperti yang dikatakan sebelumnya bahwasannya keindahan merupakan  pengalaman yang memberikan sebuah kebahagiaan atau kesenangan sebagai ungkapan memaknai alam atau sebuah seni.

TulisanTerkait

Rausyanfikr di Era Digital: Membaca Peran Intelektual Muda melalui Pemikiran Ali Syariati

Membaca Gaya Hidup Generasi Digital melalui Perspektif Jean Baudrillard

Amor Fati: Ketika Mencintai Takdir Menjadi Bentuk Tertinggi dari Kebebasan Jiwa

Estetika dalam pendekatan filosofis bersifat spekulatif, karena dalam beberapa persepsi pemahaman estetika. Pemahaman yang dimiliki oleh manusia memiliki tinkatan yang berbeda. Pemahaman manusia tergantung emosi ,kesukaan dan pengalaman manusia. Sebagai contoh orang  pertama melihat sebuah karya seni berupa lukisan dan mengatakan bahwasannya lukisan tersebut indah karena manggunakan warna yang cerah dan serasi.

Sedangkan orang kedua mengatakan lukisan tersebut indah karena kisah yang ada dalam lukisan sesuai dan memiliki makna seperti kejadian yang dia alami. Dengan begitu keindahan tersebut tidak dapat dijelaskan secara pasti karena persepsi tergantung dari mana orang tersebut menilai. Perlu dipahami sebelumnya, seni merupakan salah satu upaya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan emosi, ide dan pemikiran estetika Sang seniman. Serta setiap manusia memiliki pandangan dan pendapat masing-masing, jadi pililah cara sebaikmungkin dalam menerima atau memahami sebuah seni.

Estetika dalam Al-Qur’an

Keindahan merupakan salah satu sifat yang yang diterapkan Allah pada saat penciptaan alam semesta ini. Dalam al-Qur’an Allah mengajak manusia untuk menikmati dan mahami seluruh keindahan yang diciptakan-Nya didalam alam semesta ini, dengan segalah keindahan dan keserasiannya. Disebutkan dalam surah As saffat ayat 6

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan (berupa) bintang-bintang.”

Dari ayat diatas mengemukakan tentang keindahan yang terpancar dari bintang sebagai penghias serta pencerah langit dimalam hari. Serta dapat dipahami bahwasannya ciptaan Allah selalu memiliki sisi estetik. Tidak hanya keindahan dalam bukti inderawi namun dari segi manfaat dan makna dari hal-hal indah yang diciptakan Allah juga merupakan hal yang memiliki sisi estetika. Dalam surah An Naml ayat 60:

أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ

“Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang menciptakan langit dan bumi serta yang menurunkan air dari langit untukmu. Lalu Kami menumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah (yang) kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).”

Alam semesta yang diciptakan tidak semata-mata untuk dipandang namun juga berfungsi membantu kehidupan manusia.

Seni dalam Hukum Islam

Dalam pandangan islam secara umum seni dibagi menjadi dua yakni: seni patung, lukis dan gambar, lalu kedua seni suara. Dalam beberapa hadis melarang pembuatan seni berupa patung dan lukisan yang obyeknya ialah makhluk yang bernyawa (manusia dan binatang). Adapula larangan yang tidak disebutkan secara tegas. Namun diceritakan pada kisah Nabi Ibrahim bahwa pada saat itu patung dan lukisan digunakan sebagai alat sembah (berhala).

Kemungkinan adanya hadis yang melarang dikarenakan untuk mencegah penyembahan berhala dilakukan. Dapat dikatakan mayoritas pendapat ulama mengharamkan patung dan lukisan. Namun dilain sisi tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman ini patung dan lukisan memiliki beberapa manfaat sebagai alat ajar pengetahuan, pengabdian sejarah dan sebagai alat dakwah. Sebab inilah beberapa ulama ada yang menetapkan hukum patung dan lukisan ini mubah (boleh).

Seni suara atau musik dijelaskan oleh para ulama bahwa hukumnya mubah, sebenarnya sama halnya seni patung dan lukisan, kalangan ulama memiliki dua pendapat yaitu haram dan mubah. Tidak dilarang apabila musik yang didengarkan tidak menentang syariat islam dan tidak mengandung hinaan atau olokan terhadap Allah SWT.

Karena, pada saat ini viral bahwasannya lantunan Al-Quran atau sholawat yang berirama dan memiliki nada yang indah juga memikat seseorang untuk mendengarkan dan memahaminya, jadi seni musik juga dapat digunakan sebagai media dakwah.

Pemahaman islam yang universal diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia agar memnfaatkan apa yang dalam kehidupan untuk menyerukan keEsaan Allah dengan cara yang baik dan indah.

Sejak zaman nabi telah ada segala jenis karya seni, namun tidak banyak digunakan untuk hal yang baik, namun di zaman yang sudah banyak mengalami perkembangan sudah sepatutnya metode penyebaran agama islam juga ikut berkembang dan mengikuti arus peradaban tanpa menghilangkan syariat agama islam. Masyarakat dan pendakwah saat ini menjadikan seni sebagai media dakwah dengan segala macam jenis seni dan semakin diminati anak muda zaman sekarang.

Karena tidak dapat dipungkiri, bahwasannya penyebaran dakwah islam melalui bidang seni khususnya musik dapat dikatakan sangat manjur. Tidak memberikan batas usia, dari yang tua hingga anak-anak sangat menyukai kata-kata indah yang dilantunkan dengan diiringi melodi yang berirama. Sebagaimana lagu silsilah keluarga Rosulullah, rukun iman dan rukun islam, serta banyak contoh lagu-lagu islami lainnya yang banyak digemari anak-anak yang baru menginjak sekolah dasar.

Fenomena lainnya yang dapat digunakan sebagai contoh betapa menariknya dakwah menggunakan lantunan melodi dan alat musik ialah sholawatan. Komunitas pecinta sholawat yang didirikan atas kerinduannya akan Nabi Muhammad SAW tersebut telah tersebar di sebagian penjuru Indonesia.

Pengikutnya yang berasal dari kalangan anak-anak hingga orang tua tersebut sangatlah antusias saat terdapat kegiatan atau acara islami yang diselenggarakan. Komunitas tersebut memiliki sebutan “Syekhermania”, Syekhermania merupakan sebutan dari kumpulan komunitas pecinta sholawat Al Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Sebegaimana contoh dakwah yang dilakukan oleh Habib Syeh berhasil meningkatkan antusias para muslim khususnya pemuda-pemudi di Indonesia.

Penulis : Afidatul Khusnah (Mahasiswa Universitas Islam Negri Sunan Ampel)

Editor : Izzul Khaq

Terkait

Tags: AgamaIndonesiaIslamPeradabanseni
Previous Post

Buya Yahya : Tradisi Wetonan Masyarakat Jawa dalam Islam

Next Post

Trend Sulam Alis pada Wanita Muslimah, Apakah Haram ?

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Muslimah Tangguh, Ekonomi Kuat

Trend Sulam Alis pada Wanita Muslimah, Apakah Haram ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.