KALIMAHSAWA.ID, SEMARANG – Darul Arqam Paripurna (DAP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tahun ini resmi dibuka dengan semangat yang berbeda. Mengusung misi melampaui catatan sejarah yang pernah ada, DAP kali ini tidak hanya sekedar formalitas organisasi, melainkan sebuah momentum transformasi besar bagi kader-kader muda di masa produktif mereka.
Wajah Baru: Lebih Muda, Lebih Fasilitatif
Dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun 2017 silam, DAP saat ini menunjukkan lompatan signifikan dari sisi fasilitas dan manajerial. Namun, keunggulan fisik ini hanyalah instrumen penunjang. Kekuatan utama DAP kali ini terletak pada komposisi pesertanya yang didominasi oleh anak-anak muda dalam masa produktif—sebuah upaya nyata untuk memecah kebuntuan sirkulasi elite kepemimpinan di tingkat nasional yang sempat mengalami keterlambatan.
Refleksi Berbasis Data: “Kondisi Kita Tidak Seindah Cerita“
Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, dalam pidatonya memberikan “kejutan budaya” dengan memaparkan hasil Riset Sensus Nasional Kader IMM. Langkah riset ini merupakan cara Ketum untuk menghadirkan situasi segar dan objektif di tubuh organisasi.
Berdasarkan data riset terakhir, profil perkaderan dan latar belakang kader menunjukkan angka-angka yang menuntut refleksi mendalam:
Tingkat Perkaderan: DAD (71,8%), DAM (59,6%), namun hanya 7,5% yang mencapai tahap Darul Arqam Paripurna
Jenjang Pendidikan: Mayoritas adalah lulusan S1 (66,1%), disusul S2 (22,1%), dan S3 (3,7%).
Status Ekonomi: Fakta menunjukkan mayoritas kader belum bekerja (25,8%), sementara yang berprofesi sebagai akademisi hanya mencakup 15,9%.
“Kondisi kita sebenarnya tidak seindah yang sering diceritakan dalam narasi-narasi romantis organisasi,” tegas Riyan Betra selaku Ketua Umum DPP IMM saat memaparkan data tersebut.
Melawan Idealisme Semu
Ketua Umum meminta para peserta DAP untuk memiliki ketelitian tajam dalam melihat persoalan. Beliau menekankan agar kader IMM membawa pemikiran mereka ke dalam konteks zaman yang nyata, bukan sekadar terjebak dalam angan-angan.
“Jangan sampai kita terjebak pada idealisme semu”. Data menunjukkan tantangan riil ada di depan mata, mulai dari rendahnya partisipasi di level paripurna hingga isu kemandirian ekonomi kader. Kita butuh solusi konkret, bukan sekadar retorika,” tambahnya.
Harapan Baru
DAP kali ini diharapkan menjadi laboratorium bagi kader untuk merumuskan ulang peran IMM di tengah masyarakat. Dengan menaruh rasa optimisme yang tinggi, para peserta ditantang untuk menjawab ketimpangan data tersebut dengan aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Langkah berani DPP IMM melalui sensus nasional ini menjadi titik awal bagi organisasi untuk bergerak lebih presisi, berbasis data, dan berorientasi pada masa depan.
Kontributor: Tim Media DAP IMM