Sukoharjo, Kuliah Kerja Nyata Transformatif Kerso Darma UIN Raden Mas Said Surakarta (KKN-T UIN RMS Surakarta) menggelar NGOBRAS (Ngobrol Santai). Dengan tema “Perspektif Moderasi Beragama dalam Melestarikan Kearifan Lokal”.
Acara ini merupakan suatu implementasi dari tema KKN UIN Raden Mas Said Surakarta 2022. Dengan tema “Penguatan Ketahanan Masyarakat pasca pandemi COVID-19 Berbasis Kearifan Lokal dan Moderasi Beragama“. Ditandai dengan NGOBRAS (Ngobrol Santai), Jum’at (22/7/2022).
Yang dimana acara ini diselenggarakan secara offline yang bertempat di Posko KKN Kelompok 35 UIN RMS Surakarta, Desa Gedongan, Baki Sukoharjo. Diskusi ini diikuti kurang lebih 50 Orang yang terdiri dari Remaja Karang Taruna Desa Gedongan, Mahasiswa KKN UIN Surakarta Kelompok 36.
“Dengan adanya acara ini saya harapkan remaja maupun mahasiswa mampu mengimplemntasikan. Terkait moderasi beragama dan kearifan lokal dimasyarakat”, Ujar Abdul Selaku Ketua Panitia KKN.
Dalam Sambutan kedua Feri yang menjabat sebagai ketua karang taruna desa gedongan mengatakan bahwa dengan adanya diskusi ini ia berharap dapat dipraktikan atupun dierapkan pada kehidupan sehari hari di masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Acara berikutnya yaitu inti acara yang dipandu oleh moderator dari salah satu mahasiswa BKI UIN Surakarta sekaligus peserta KKN Kelompok 35 UIN Raden Mas Said Surakarta.
Memasuki acara inti yaitu penyampaian pemateri dari Fahrul Anam, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan DEMA UIN Raden Mas Said Surakarta. Beliau mengatakan pentingnya moderasi beragam dan melestarikan kearifan lokal. Dimana moderasi ini berarti tengah-tengah dengan tidak menghakimi antar sudut pandang yang berbeda. Selain itu moderasi ini juga menciptakan sebuah toleransi dengan keberagaman keyakinan yang bermacam-macam di Indonesia khususnya yang ada di Desa Gedongan, Baki Sukoharjo. Namun, tidak hanya berbicara mengenai moderasi saja. Akan tetapi juga mengkaitkan dengan kearifan lokal dimana, bagaimana peran pemuda dalam melestarikan kearifan lokal.
“Harapannya, diskusi ini mampu memberikan manfaat bagi pemuda dan mampu memahami mengenai pentingnya moderasi beragama. Dalam mengimplementasikan kearifan lokal dan melestarikannya di era digitalisasi saat ini”, Ujar Fika Selaku Moderator acara.
Editor : Akbar Syifa Nursyam