Ketika mendengar kabar Kang Jalal tutup usia kemarin sore 15 Februari 2021 pkl 15.45, ingatan saya melayang ke masa lalu, ketika beberapa kali berinteraksi dengan beliau. Teringat akan momen-moment indah pertemuan dengan beliau, dan juga mengikuti beberapa kelas beliau sewaktu kuliah di Islamic College for Advanced Studies (ICAS). Beberapa kali ketika saya mengundang beliau pada acara yang saya helat, beliau selalu menyempatkan hadir membagi ilmunya, juga ketika beliau diminta membuat tulisan, beliau senantiasa memenuhinya.
Saya sangat berbahagia, bisa beberapa kali berinteraksi secara sangat dekat dan hangat dengan Kang Jalal. Bukan hanya karena kekaguman saya pada sosok cendekia dan intelektualitas beliau, tapi beliau juga merupakan salah satu sahabat dari almarhum ayah saya. Saya merasa sebagai seorang anak, bahwa salah satu bakti yang bisa terus saya lakukan sepeninggal ayah saya adalah dengan tetap menyambung tali silaturahim bersama kerabat dan teman ayah saya setelah ayah saya wafat. Sebagaimana dipesankan dalam sebuah Hadits Nabi.
Mengenang Kisah Ayah dengan Kang Jalal
Suatu saat waktu saya masih belajar di pesantren, ketika pulang liburan bulanan ke rumah, saya menemukan di satu sudut perpustakaan ayah saya, sebuah kitab berjudul : “al-Syiah al-Imamiyyah” karya seorang ulama Syiah Muhammad Shadiq al-Shadr. Setelah buka cover buku tersebut, dan saya baca tulisan di halaman pertama buku, saya menemukan satu tulisan tangan berbahasa Arab yg menerangkan bahwa: “Saya hadiahkan buku ini untuk saudara Syamsuri Yusuf. Jalaluddin Rakhmat. 13 Rabiul Awwal 1347.“
Ternyata buku tersebut adalah pemberian dari Kang Jalal, seorang cendekiawan terkemuka saat itu. Saya langsung bertanya pada ayah saya saat itu, “apakah benar ini pemberian dari Kang Jalal yang penulis terkenal itu?” tanya saya. Ayah saya langsung menjawab: “Iya betul itu pemberian dari Kang Jalal. Pada saat memberikan kitab tersebut, Kang Jalal berpesan pada bapak, “Saya hadiahkan kitab ini untuk Pak Syamsuri, tapi jangan sampai masuk Syiah ya”.
Sosok yang Sangat Mulia dalam Menjalankan Kehidupan
Kang Jalal adalah seorang cendekiawan Muslim Syiah yg sangat terkemuka. Beliau mendeklarasikan dirinya sebagai seorang Syiah, setelah sebelumnya pernah aktif sebagai pengurus di Muhammadiyah Jawa Barat serta guru di sekolah Muhammadiyah di Bandung. Meski telah “hijrah” menjadi Syiah, beliau sama sekali tidak pernah mendakwahkan agar orang-orang ikut menjadi Syiah seperti dirinya.
Sikap ini secara istiqamah beliau pegang erat sebagai komitmen terhadap nasehat yang pernah beliau kutip dari Rahbar Syiah Sayyid Ali Khomenei yang menyatakan: “Janganlah kamu berdakwah mensyiahkan orang, dakwah tidak boleh dilakukan dalam upaya mensyiahkan orang lain.”
Sebagai murid beliau, saya bersaksi beliau adalah sosok yang sangat mulia dalam menjalankan kehidupan ini. Beliau sangat konsisten dalam menjalankan pesan di atas. Baik itu ketika memberi pesan kepada ayah saya, maupun ketika saya sendiri banyak bersentuhan dengan beliau dan mengikuti perkuliahan beliau di kelas.
Selamat jalan Kang Jalal. Kembalilah engkau sebagai jiwa yang tenang kepada Allah pemilik kehidupan dan kematian dalam keadaan ridha dan diridhai oleh-Nya. Insya Allah almarhum Kang Jalal husnul khotimah. Begitu juga dengan istri beliau yg baru wafat 4 hari yang lalu. lahuma al-fatihah.
Editor : Irawan
Semoga Allah memunculkan penerus penerus yang berkhidmat kepada umat dalam arti yang sesungguhnya, tidak hanya mengharumkan umat Islam, tapi memberikan kebaikan kepada umat lain, sebagaimana yang telah dilakukan oleh almarhum kang Jalal, beliau berkeinginan agar umat Islam itu bersaudara sekalipun berbeda madzhab, bahkan beliau pun menghormati yang berbeda agama, dengan tidak menanggalkan keyakinan sebagai seorang muslim, dia menghendaki agar setiap muslim mencontoh nabi Muhammad Saw, sebagai rahmatan Lil Alamiin