Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Analisis Ekonomi dalam Situasi Pandemi

RedaksiKS by RedaksiKS
Mei 6, 2020
in Report
0
sholeh
18
SHARES
103
VIEWS

Oleh: Dewi Masithoh

COVID-19 atau Corona Virus Disaster 19 telah melumpuhkan seluruh kegiatan dunia termasuk negara Indonesia. Sesuai dengan namanya “disaster” virus ini menjadi bencana bagi dunia. Pengaruh yang diberikan melebihi bencana alam yang sering terjadi. Virus yang berasal dari Wuhan, China  ini merupakan jenis virus yang menyerang pernapasan. Pernapasan pada manusia adalah paru-paru dan paru-paru dunia adalah hutan. Bahkan Virus Corona hadir setelah banyaknya hutan yang lumpuh.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Mengingat terjadinya kebakaran hutan di China dan Australia yang banyak memakan korban jiwa. Sama halnya dengan banyaknya korban jiwa akibat virus Corona ini. Selain mereka yang meninggal dunia akibat positif terpapar virus Corona, banyak masyarakat yang meninggal dunia akibat kelaparan yang melanda. Apakah ini bukti dari konteks “hukum alam masih berlaku”? Wallahu a’lam bisshowab.

Indonesia Stadium 4

Setelah dikeluarkannya kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah dari rumah, Apa kabar Indonesia saat ini? Pengaruh virus Corona semakin terasa. Mengutip data dari Badan Pusat Statistika (BPS) angka pengangguran di Indonesia naik hingga 5,2 juta jiwa.

Angka pengangguran ini didominasi oleh usia produktif, mengingat waktu-waktu saat ini bertepatan dengan banyaknya lulusan SMA/SMK/MA/MAK yang memilih menekuni karirnya dengan bekerja, para pedagang yang kehilangan mata pencahariannya dan banyak karyawan yang mendapatkan Putusan Hubungan Kerja  (PHK) dari tempat kerjanya.

Baca Juga: Aminuddin Aziz: Peradaban Islami adalah Peradaban Hikmah

Kondisi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia pun menurun. Ditinjau dari konsumsi rumah tangga, konsumsi pemeerintah dan investasi yang menurun. Berdasarkan pemaparan menteri keuangan, Sri Mulyani dalam video converence (1/4) menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga menurun menjadi 3,2 persen hingga 1,6 persen dan konsumsi pemerintah sejauh ini sedang dipertahankan tetapi defisit pun mulai melebar.

Pada kegiatan investasi, Sri Mulyani bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mempersiapkan jauh hari terkait kondisi terburuk keuangan negara kedepan apabila suatu hal buruk terjadi. Langkah yang dilakukan untuk mencegah krisis ini pemerintah akan melakukan WFH, jaga jarak dan meningkatkan sektor kesehatan publik.

Rupiah Menguat Tajam

Setelah terjadinya pelemahan rupiah pada 28 April 2020 kini rupiah melejit. Rupiah sempat melemah dalam perdagangan pasar spot beberapa hari lalu. Saat itu 1 US$ setara dengan Rp. 15.400,00. Rupiah melemah 0,59 % dibandingkan posisi sebelumnya. Akhir-akhir ini rupiah sering kali melesat dan sering kali memilki pergerakan yang cepat di menit-menit perdagangan.

Seperti yang terjadi pada 27 April 2020, Rupiah hampir seharian melemah dan kemudian pada pukul 14.55 lima menit sebelum penutupan lapak pasar spot rupiah kembali ke zona hijau dan berhasil menyelesaikan perdagangan dengan apresiasi 0,26%. Bulan April bisa disebut sebagai bulan milik rupiah.

Sejak awal April, rupiah sudah terapresiasi 5,46% terhadap dolar AS. Investor pun akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar karena suatu saat rupiah akan tertekan akibat aksi jual sehingga nilainya melemah.

Indonesia Defisit Pangan

Di tengah-tengah terjadinya pandemi virus corona ini, persediaan pangan di Indonesia mengalami defisit. Dilansir dari pemaparan Jokowi pada telekonferensi di Istana Negara, laporan persediaan bahan pangan khususnya bahan pangan beras mengalami defisit di tujuh provinsi dan bahan pangan jagung mengalami defisit di sebelas provinsi. Selain itu bahan pangan lain pun mengalami hal serupa bahkan defisit yang dialami hampir diseluruh provinsi di Indonesia.

Perkiraan sementara telur ayam mengalami defisit di dua puluh dua provinsi, stok gula pasir mengalami defisit di tiga puluh provinsi dan stok bawang putih mengalami defisit di tiga puluh satu provinsi. Jokowi megambil kebijakan untuk segera mendata seluruh defisit bahan pangan di Indonesia agar dapat dilakukan pendistribusian pangan di tiap provinsi.

Pengaruh defisit pangan juga dirasakan oleh kalangan masyarakat kelas  menengah ke bawah. Harga bahan pangan yang mulai naik ditambah pandemi virus corona ini terjadi di tengah-tengah bulan Ramadhan yang mana kondisi permintaan selalu meningkat dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Fenomena  inflasi terhadap motif ekonomi sering kali terjadi akibat permintaan yang meningkat dan harga pun mengalami peningkatan tanpa bisa diketahui.

Hal ini menjadi  inflation schedule yang terjadi setiap tahun. Sedangkan kondisi pendapatan masyarakat pun mengalami perbedaan yang signifikan antara pemasukan dan pengeluaran. Hal ini menjadi permasalahan ekonomi dan juga sosial mengingat banyaknya kasus kelaparan yang terjadi di tiap daerah.

Kebijakan Diri Sendiri

Setelah berbagai kebijakan pemerintah di keluarkan dalam rangka upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona ini apa yang selanjutnya harus diri ini lakukan? Tentunya mematuhi kebijakan pemerintah mengenai bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah, social distancing dan PSBB. Seperti hastag yang viral saat ini yaitu # dirumah saja menjadi gerakan sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona.

Hal ini selain menjadi kebijakan pemerintah, juga menjadi kebijakan diri sendiri. Selain upaya kesehatan (pemutusan rantai), masihh banyak upaya yang harus dilakukan. Upaya yang harus dilakukan diantaranya upaya ekonomi dan sosial. Dalam upaya ekonomi dapat dilakukan dengan mencegah dari membeli bahan-bahan yang berlebihan baik bahan pangan maupun bahan sandang.

Baca Juga: Hubungan Agama dan Sains Selalu Tidak Memuaskan

Hal ini dapat mengurangi pengaruh defisit bahan pangan dan menjaga harga bahan pangan agar tetap stabil. Upaya sosial dapan dilakukan diantaranya melalui penggalakan gerakan tengok tetangga. Gerakan ini berupa gerakan menengok tetangga di samping kanan, kiri, depan, dan belakang rumah kita. Gerakan ini  berfungsi untuk mengetahui adakah tetangga yang bernasib sama seperti salah satu keluarga di Serang yang hanya minum air galon saat berbuka puasa dan sahur.

Gerakan ini dilakukan dengan menyisihkan satu porsi makanan untuk diberikan kepada tetangga yang membutuhkan. Masih banyak kebijakan diri sendiri dan gerakan yang dapat dilakukan dalam rangka hablumminallah dan habluminannas. Semoga pandemi ini segera berakhir dan segala aspek kembali stabil.

Penulis adalah Seorang Aktivis Pengamat Ekonomi Indonesia

Terkait

Tags: EkonomiIndonesiaPandemi
Previous Post

Aminuddin Aziz: Peradaban Islami adalah Peradaban Hikmah

Next Post

Jalan Keluar Mengakhiri Polemik Liberal VS Konservatif

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Jalan Keluar Mengakhiri Polemik Liberal VS Konservatif

Jalan Keluar Mengakhiri Polemik Liberal VS Konservatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.