Kamis, Oktober 8, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Ibu: Refleksi Untuk Hari Kartini

AdminKS by AdminKS
April 22, 2020
in Report
0
Ibu: Refleksi Untuk Hari Kartini
57
SHARES
336
VIEWS

Oleh: G. M. Hendrawan

Saya mencatat dari hasil setelah saya memandang seorang perempuan yang sedang berada di salah satu sebrang jalan yang hendak ingin menyebrang. Ia terlihat begitu anggun, cantik, manis dan menarik untuk dipandang. Wajahnya syahdu dan terkadang memiliki tatapan penuh pilu.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Inilah penilaian saya sebagai lelaki setelah memandang seorang perempuan, mungkin bukan hanya saya saja yang memandang perempuan seperti itu. Banyak lelaki yang langsung menyimpulkan pandangannya saat pertama kali melihat seorang perempuan. Saya fikir munafik untuk seorang lelaki memperkenalkan dirinya ke seorang perempuan tanpa menindaklanjuti perkenalan tersebut dengan maksud tertentu.

Itulah beberapa hal yang pertama kali diambil atau di pandang dari lelaki terhadap perempuan yang baru dilihat. Namun, pada kali ini saya mencatat tentang perempuan tidak mengambil dari titik hal baik dan buruk atau hal kecantikan. Karena setiap segala apapun yang diciptakan oleh Tuhan pada dasarnya merupakan hal baik dan penuh dengan keindahan.

Kartini Itu Bernama Ibu

Seseorang dengan seiring perjalanan akan mengalami masa pertumbuhan yang menjadikan perbedaan muncul melalui persandingan (perbandingan). Bahwasanya, kita telah mengetahui mana hal yang baik dan mana yang buruk. Mana hal yang indah (cantik) dan sebaliknya.

Sebenarnya dari sini kita menyadari bahwasanya pesandingan inilah yang seharusnya membuat kita bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan segala hal baik dan indah dengan segala konsekuensinya.

Baca Juga: Memasak Adalah Tugas Perempuan itu Bias Gender

Di sini saya mencatat dengan menggarisbawahi bahwa perempuan merupakan salah satu bentuk nyata dari beribu-ribu kecantikan yang Tuhan miliki di dunia ini. Maka dari itu segala hal yang berada di perempuan selalu mengindahkan semua. Perempuan menjadi pelengkap keindahan dalam sebuah perjuangan.

Ketika hari ini ada yang memandang dan menilai seorang perempuan itu buruk atau jelek, maka  itu artinya dia sama saja sedang menghina Tuhannya sendiri. Harus diingat, bahwa manusia yang melahirkan kita dari kepala sampai ke ujung kaki adalah seorang perempuan.

Maka dari itu, perempuan salah satu keindahan yang paling berharga dari apapun di dunia ini. Karena pada dasarnya hari ini tidak kita akan mungkin berada di muka bumi ini tanpa seorang perempuan.

Cinta dan perjuangan sejati, itu bernama perempuan. Sampai saat ini dengan cintanya seluas samudra dan sayangnya, yang sedalam lautan lepas. Dan setiap doanya menjadi titik penerang setiap langkah kaki kita manusia seperti malaikat. Dia bernama Ibu. Selamat Hari Kartini.

Penulis adalah Aktivis IMM Komisariat FIP Universitas Muhammadiyah Jakarta

Terkait

Tags: ibuKartini DayPerempuan
Previous Post

Menjemput Hidangan Langit Ketika Stay at Home

Next Post

Gen E: Budaya Empati Milenial di Media Sosial

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
sholeh

Gen E: Budaya Empati Milenial di Media Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.