Rabu, Oktober 28, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Wujudkan Kader Profetik yang Kritis dan Humanis, IMM Muhammad Abduh FAI UMS Gelar DAD

AdminKS by AdminKS
Oktober 27, 2026
in Report
0
Wujudkan Kader Profetik yang Kritis dan Humanis, IMM Muhammad Abduh FAI UMS Gelar DAD
7
SHARES
43
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) pada Kamis – Minggu (22–25/10/2026), di SD UMS Global Citizen. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membentuk Kader Profetik: Kritis dalam Berpikir, Humanis dalam Bertindak” sebagai upaya membentuk kader yang mampu berpikir kritis, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.

Ketua Panitia DAD, Muhammad Ikmaluddin, mengatakan tema tersebut dipilih karena IMM membutuhkan kader profetik yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam gagasan dan wacana yang bersifat universal. Menurutnya, DAD menjadi salah satu proses awal untuk membentuk kader dengan karakter tersebut.

TulisanTerkait

Lazismu Kabupaten Kediri Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Strategi Digital Marketing Berbasis AI

IQT UMS Jajaki Kerjasama Akademik dengan Universitas Al-Azhar Kairo dan Universitas Islam Madinah

Dorong Kesadaran dan Daya Kritis Mahasiswa, Aliansi BEM UMS Gelar Sekolah Politik

“Dengan mengangkat tema tersebut, kita membutuhkan kader profetik yang mampu mengejawantahkan nilai dalam Al-Qur’an sehingga terbentuk produk narasi atau wacana yang bersifat universal,” ujarnya, Senin, (26/10/2026).

Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS, Handito Putro, menegaskan bahwa perkaderan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan kader. Ia mengibaratkan proses tersebut dengan Rasulullah SAW yang juga membina para sahabatnya.

“DAD merupakan sebuah perkaderan, Rasulullah pun juga mengader para sahabatnya. Tema DAD ini merupakan sebuah diskusi dari panitia yang mana IMM sendiri belum sesuai dengan realitanya. Maka dari itu, dengan mengambil tema ini, agar para kader bisa lebih melihat kondisi sosial di luar IMM sendiri,” ungkapnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Sukoharjo, Azhar Ardiansyah Al Aziz, turut mendorong peserta untuk memanfaatkan DAD sebagai ruang belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Ia berharap peserta tidak ragu mempertanyakan materi yang belum dipahami selama proses perkaderan berlangsung.

“Di IMM adalah tempat belajar dan bertumbuh bersama-sama. Maka, selamat berproses dalam mengikuti DAD IMM Abduh, dan kami harap kalian kritis dalam menanyakan apa pun yang belum dimengerti dalam menerima sebuah materi,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasrul Harahab, S.Pd.I., Gr., M.Pd., selalu Kepala Sekolah SD UMS Global Citizen juga menyampaikan pengalamannya selama berproses di IMM. Ia menilai organisasi tersebut memberikan pelajaran berharga, terutama dalam hal kepemimpinan, baik saat memimpin maupun ketika dipimpin.

“Kenapa kok sangat dipercaya menjadi kepala sekolah? Karena saya dibesarkan di IMM. Yang paling saya ingat di IMM adalah belajar memimpin dan dipimpin, di mana itu adalah pembelajaran yang paling mahal. Jika ingin menjadi mahasiswa yang memiliki nilai plus, maka harus ikut organisasi, terlebih IMM,” pungkasnya.

Melalui kegiatan DAD ini, panitia berharap peserta tidak hanya memahami materi perkaderan, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis dan menerapkan nilai-nilai profetik dalam kehidupan sehari-hari. Proses perkaderan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, melainkan berlanjut melalui keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan sosial dan upaya menjawab persoalan di tengah masyarakat. (Milka/Adi/Humas)

Terkait

Tags: Ikatan Mahasiswa MuhammadiyahIMM ABDUHIslamMuhammadiyahPeradabanUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Lazismu Kabupaten Kediri Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Strategi Digital Marketing Berbasis AI

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.