Senin, Oktober 19, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Dorong Kesadaran dan Daya Kritis Mahasiswa, Aliansi BEM UMS Gelar Sekolah Politik

AdminKS by AdminKS
Oktober 18, 2026
in Report
0
Dorong Kesadaran dan Daya Kritis Mahasiswa, Aliansi BEM UMS Gelar Sekolah Politik
9
SHARES
55
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SURAKARTA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (Aliansi BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Sekolah Politik bertajuk “Beyond The Ballot: Navigating Politics, Society and Democracy” pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang terbuka bagi mahasiswa UMS tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai politik, kehidupan sosial, dan demokrasi.

Pelaksanaan Sekolah Politik ini melibatkan kolaborasi sejumlah BEM fakultas di lingkungan UMS, yakni BEM Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyelenggarakan ruang diskusi dan pembelajaran politik bagi mahasiswa.

TulisanTerkait

BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, MPQ dan HMP PAI UMS Gelar Pelatihan Tartil

Sekolah Tarjih IMM FAI UMS Kupas Etika Bernegara dan Kemaslahatan Umat dalam Perspektif Muhammadiyah

Tema “Beyond The Ballot” dipilih untuk menegaskan bahwa politik tidak semata-mata berkaitan dengan pemungutan suara atau pilihan dalam bilik suara. Lebih dari itu, politik juga mencakup kehidupan bermasyarakat, proses pengambilan keputusan, serta partisipasi warga dalam menjaga keberlangsungan demokrasi.

Ketua panitia sekaligus Ketua Bidang Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM FAI UMS menjelaskan bahwa tema tersebut berangkat dari kesadaran dan keresahan mengenai bagaimana politik kerap dipahami sebatas aktivitas elektoral.

“Tema tersebut lahir dari kesadaran dan keresahan bahwa politik tidak lahir dari bilik suara. Akan tetapi, demokrasi yang sehat berawal dari bilik suara dan pilihan kita,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Politik, mahasiswa diajak untuk melihat politik secara lebih luas, tidak hanya sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang membutuhkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat. Pemahaman tersebut menjadi penting agar mahasiswa mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat yang turut menentukan arah kehidupan demokratis.

Selain memperluas wawasan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai persoalan politik. Dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa diharapkan tidak sekadar mengikuti dinamika politik, tetapi juga mampu membaca persoalan, mempertanyakan berbagai informasi, dan membangun pandangan berdasarkan pertimbangan yang rasional.

Ketua panitia berharap Sekolah Politik dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap dunia politik sekaligus memperkuat daya kritis dalam merespons berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat.

“Dengan diadakannya Sekolah Politik ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan pemahaman kita terhadap dunia perpolitikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan

mampu menumbuhkan daya kritis teman-teman terhadap berbagai persoalan politik,” tambahnya.

Melalui kolaborasi lintas fakultas, Aliansi BEM UMS berupaya menghadirkan ruang pembelajaran politik yang dapat diakses mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Sekolah Politik ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi tidak berhenti pada pemberian suara, tetapi juga membutuhkan partisipasi, pemahaman, dan sikap kritis dalam kehidupan bermasyarakat.

Penulis: Irsyad Hakim Affandi

Terkait

Previous Post

Membiarkan Si Gelap Terjaga Lebih Panjang

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.