Minggu, Oktober 18, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, MPQ dan HMP PAI UMS Gelar Pelatihan Tartil

AdminKS by AdminKS
Oktober 17, 2026
in Report
0
Tingkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an, MPQ dan HMP PAI UMS Gelar Pelatihan Tartil
9
SHARES
53
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, Surakarta – Mahasiswa Pencinta Al-Qur’an (MPQ) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Pelatihan Tartil Al-Qur’an di Masjid Fadhlurrahman pada Kamis sore (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan dipandu oleh Muhammad Farhan, Staf Eksternal HMP PAI UMS, dalam pengantarnya menegaskan bahwa

TulisanTerkait

BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

Sekolah Tarjih IMM FAI UMS Kupas Etika Bernegara dan Kemaslahatan Umat dalam Perspektif Muhammadiyah

Mahasiswa UIN Syekh Wasil Kediri Dampingi Pembinaan Siswa MTS Miftahul Huda dalam Aksioma dan Porseni 2026

“Membaca Al-Qur’an bukan sekadar tentang banyaknya halaman yang mampu dibaca, tetapi juga tentang kualitas, ketepatan, dan keindahan bacaan,” tegasnya.

Farhan juga mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib tentang pengertian tartil, yaitu “Tajwīdul-ḥurūf wa ma‘rifatul-wuqūf”, yang berarti membaguskan pelafalan huruf dan mengetahui tempat berhenti yang tepat dalam membaca Al-Qur’an.

Pelatihan ini menghadirkan Muhammad Fitrianor sebagai narasumber, mahasiswa semester lima jurusan PAI UMS yang menjabat sebagai Sekretaris Umum MPQ UMS dan Koordinator Bidang PIK HMP PAI UMS.

Dalam pemaparannya, Fitrianor menjelaskan bahwa secara etimologis, tartil berasal dari bahasa Arab tartīl (ترتيل), yang bermakna menata sesuatu dengan rapi, teratur, perlahan-lahan, dan tidak tergesa-gesa.

“Membaca Al-Qur’an dengan tartil penting untuk menjaga ketepatan bacaan, memperindah lantunan, serta membantu pembaca memahami dan menghayati makna ayat-ayat yang dibaca,” jelasnya.

Fitrianor juga membagikan perjalanan awalnya dalam mempelajari tartil Al-Qur’an. Ketertarikannya bermula ketika ia sering mendengar lantunan murotal di lingkungan rumahnya.

“Saya mulai mengenal seni membaca Al-Qur’an hingga akhirnya mengikuti berbagai perlombaan. Pengalaman ini menjadi salah satu motivasi bagi peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fitrianor juga memberikan kunci belajar ilmu tartil

“Meluruskan niat, membangun sikap optimis, melakukan imitasi, meniru bacaan secara berulang, dan konsisten,” ujar Fitrianor.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif saat pemateri mempraktikkan nagham Nahawan dan Jiharkah, yang kemudian diikuti oleh sejumlah peserta.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi HMP PAI dan MPQ UMS diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadapnya melalui perbaikan bacaan, pemahaman makna, dan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Muhammad Farhan

Editor: Dian Yasmina Fajri

Terkait

Tags: AgamaAl-QuranIslamMuhammadiyah
Previous Post

Ketika Kritik Menjadi Bagian dari Kekuasaan: Kooptasi Intelektual dan Matinya Jarak Kritis

Next Post

BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

BEM FAI Bersama BEM FKIP UMS Gelar Diskusi KIHAJAR Soroti Permasalahan Pendidikan Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.