Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Muhammadiyah Jawa Tengah Kuatkan Dakwah Digital di Era AI Lewat Pesantren Jurnalistik

RedaksiKS by RedaksiKS
Maret 6, 2026
in Report
0
Muhammadiyah Jawa Tengah Kuatkan Dakwah Digital di Era AI Lewat Pesantren Jurnalistik
13
SHARES
75
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, SEMARANG – Muhammadiyah terus melakukan upaya meningkatkan kualitas dakwah di era digital. Salah satunya melalui kegiatan Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 6-8 Maret 2026 di BPSDMD Semarang dan diikuti oleh peserta dari unsur MPI PDM se-Jawa Tengah serta tim humas dan media Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Pesantren jurnalistik ini dihadirkan sebagai ruang belajar sekaligus menguatkan kapasitas kader Muhammadiyah dalam bidang jurnalistik dan media digital. Mengangkat tema “Akselerasi Dakwah Digital Muhammadiyah: Dari Penulisan AI hingga Videografi Mobile”, kegiatan ini bertujuan mencetak jurnalis Muhammadiyah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Selain pembekalan teori, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik fotografi dan videografi berbasis smartphone untuk mendukung produksi konten dakwah yang lebih menarik dan mudah disebarluaskan melalui berbagai platform digital.

Dalam sambutannya, Bapak Rustam Aji, S.Ag., selaku Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Jawa Tengah, menekankan bahwa menjadi jurnalis merupakan jalan idealisme dan perjuangan.

“Ketika seseorang memutuskan menjadi jurnalis, itu berarti ia siap menjalani jalan idealitas dan perjuangan. Profesi ini mungkin tidak selalu menjanjikan kekayaan, tetapi memiliki nilai pengabdian yang besar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa jurnalis pada hakikatnya memiliki peran sebagai da’i melalui tulisan.

“Jika para dai berdakwah melalui lisan, maka jurnalis berdakwah melalui tulisan atau dakwah bil qalam. Tradisi ini sebenarnya sudah lama dilakukan Muhammadiyah, salah satunya melalui majalah Suara Muhammadiyah yang menjadi majalah tertua di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyampaikan bahwa para peserta diharapkan mampu menjadi corong persyarikatan Muhammadiyah di berbagai sektor.

“Peserta kegiatan ini diharapkan dapat menjadi corong persyarikatan di berbagai lini. Muhammadiyah sebenarnya memiliki potensi besar melalui Amal Usaha Muhammadiyah, hanya saja perlu pengelolaan media yang lebih baik agar potensi tersebut dapat dipublikasikan secara luas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran kader digital Muhammadiyah dalam menyebarkan gagasan Islam yang progresif dan mencerahkan kepada masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Bapak Wahyudi, M.Pd., selaku Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, menegaskan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

“Jurnalis memiliki posisi penting untuk menyampaikan kebenaran sekaligus menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk meluruskan berbagai informasi yang menyesatkan seperti hoaks,” ungkapnya.

Menurutnya, tugas jurnalistik bukan hanya menulis berita, tetapi juga menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui Pesantren Jurnalistik ini, Muhammadiyah berharap lahir kader-kader jurnalis yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis di bidang media, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai dakwah secara bijak, mencerahkan, serta relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan penguatan jejaring media Muhammadiyah di Jawa Tengah agar dakwah digital semakin luas menjangkau masyarakat.

Kontributor: Nurul Ramadhani

Terkait

Tags: Muhammadiyah
Previous Post

Inovasi dan Teknologi: Gen Z Harus Jadi Pemain, Bukan Sekadar Penonton

Next Post

Muhammadiyah Gemolong Siapkan MIM PK Gemolong dengan Program Unggulan Tahfidz, Bahasa, dan IT

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Muhammadiyah Gemolong Siapkan MIM PK Gemolong dengan Program Unggulan Tahfidz, Bahasa, dan IT

Muhammadiyah Gemolong Siapkan MIM PK Gemolong dengan Program Unggulan Tahfidz, Bahasa, dan IT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.