Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Sambut Ramadhan, PCM Grogol Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Baitul Makmur

AdminKS by AdminKS
Februari 8, 2026
in Report
0
Sambut Ramadhan, PCM Grogol Laksanakan Tarhib Ramadhan di Masjid Baitul Makmur
14
SHARES
82
VIEWS

KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Tarhib Ramadhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Grogol digelar pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo. Masjid yang sejuk dan nyaman tersebut menjadi lokasi utama kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan Tarhib Ramadhan ini diikuti oleh seluruh pimpinan Cabang Muhammadiyah, ’Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Grogol.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Dalam sambutannya, Sekretaris PCM Grogol, Drs. Muhammad Safrudin, menyampaikan bahwa pada hari tersebut terdapat beberapa kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung secara bersamaan di wilayah Cabang Grogol.

Kegiatan utama Tarhib Ramadhan dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Solo Baru dengan menghadirkan Ust. Dodok Sartono, S.E., M.M. Selain itu, Tarhib Ramadhan juga dirangkaikan dengan Milad ke-2 Ranting Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Manang melalui kegiatan pembagian 300 paket sayuran bersama Ust. Dr. Edy Muslimin.

Sementara itu, di Ranting Banaran juga digelar Tarhib Ramadhan yang diisi dengan bakti sosial berupa pasar murah serta penyediaan 500 porsi sarapan pagi bagi masyarakat.

Safrudin juga menyampaikan bahwa saat ini PCM Grogol mengemban sejumlah amanah besar, di antaranya pendirian BA ’Aisyiyah sebagai program khusus, pembangunan gedung tiga lantai untuk Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Grogol, serta pembelian tanah untuk pembangunan gedung dakwah di Ranting Manang.

Dalam tausiyahnya, Ust. Dodok Sartono, S.E., M.M. yang juga Sekretaris PWM Jawa Tengah, menyampaikan penjelasan mengenai Kalender Hijriyah Global Tunggal.

“Sistem penanggalan ini disusun berdasarkan perhitungan astronomi global sehingga memungkinkan penetapan awal bulan Hijriah dilakukan secara seragam di seluruh dunia,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan penetapan awal dan akhir bulan Ramadhan antara Muhammadiyah, NU, dan pemerintah selama ini disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan.

“Muhammadiyah menetapkan awal bulan dengan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni ketika hilal telah berada di atas ufuk setelah matahari terbenam,” katanya.

Sementara NU dan pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung oleh perhitungan hisab, dengan penetapan awal bulan melalui sidang isbat berdasarkan laporan pengamatan hilal di berbagai titik.

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan dapat memahami dasar perbedaan tersebut serta menyikapinya dengan bijak dan saling menghormati. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan doa.

“Semoga Ramadhan yang akan datang dapat kita lalui dengan penuh kekhusyukan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Kontributor: Hasna Aqila

Terkait

Tags: FESTIVAL RAMADAHANIslamMuhammadiyahPCM GROGOL
Previous Post

Masak Sendiri Dapat Menjadi Penyelamat Bagi Kaum Gaji UMR

Next Post

Ketika Solusi Nutrisi Mengorbankan Akses dan Kualitas Pendidikan

AdminKS

AdminKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Ketika Solusi Nutrisi Mengorbankan Akses dan Kualitas Pendidikan

Ketika Solusi Nutrisi Mengorbankan Akses dan Kualitas Pendidikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.