Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Hijaukan Desa Padangan: Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil Kediri Refleksikan Semangat Ekoteologi Melalui Penanaman Bibit Pohon

RedaksiKS by RedaksiKS
Januari 16, 2026
in Report
0
Hijaukan Desa Padangan: Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil Kediri Refleksikan Semangat Ekoteologi Melalui Penanaman Bibit Pohon
14
SHARES
80
VIEWS

KALIMAHSAWA.ID, KEDIRI – Dalam rangka mengimplementasikan program strategis Kementerian Agama sekaligus mewujudkan kepedulian lingkungan, Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri melangsungkan seremonial simbolis penanaman bibit pohon produktif di Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, pada Kamis (15/01).

Kegiatan bertajuk “Bumi Lestari” ini menjadi momen berharga bagi para mahasiswa untuk mengabdi secara nyata sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis yang sejalan dengan semangat keagamaan.

TulisanTerkait

Proyek Kepemimpinan, Mahasiswa PPG Pendidikan Pancasila A2 FKIP UMS Gelar PELITA di Panti Jompo Aisyiyah Surakarta

Seminar Nasional GANTARI 2026: Regenerasi Pemuda Jadi Kunci Keberlanjutan dan Swasembada Pangan Indonesia

IQT Fair XII 2026 Capai Puncak, Seminar Nasional dan Kajian Akbar Jadi Sorotan

Di area lapangan Balai Desa Padangan tersebut, para mahasiswa bersama perangkat desa menanam total 45 bibit pohon, yang terdiri dari 15 bibit Alpukat dan 30 bibit Klengkeng, sebagai simbol keberlanjutan alam dan penguatan ekonomi umat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Nurul Ahsin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan pilar Ekoteologi dan Kurikulum Cinta yang merupakan bagian dari Asta Protas Kemenag Berdampak.

“Melalui aksi penanaman ini, kami berharap para mahasiswa dan masyarakat dapat belajar dari alam tentang pentingnya keseimbangan ekosistem. Ini adalah wujud cinta kepada Tuhan melalui penjagaan ciptaan-Nya, serta cinta kepada sesama dengan memberikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan,” ujar Bapak Nurul Ahsin (15/01).

Antusiasme luar biasa terlihat sejak pembukaan seremonial di Gedung Serbaguna Balai Desa Padangan pada pukul 09.00 WIB. Sebanyak 15 mahasiswa anggota kelompok KKN bersinergi dengan seluruh perangkat desa.

Acara ini dihadiri secara lengkap oleh perwakilan dari 9 dusun yang ada di Desa Padangan. Para Kepala Dusun (Kasun) hadir untuk memberikan dukungan penuh dan memastikan koordinasi distribusi bibit berjalan efektif mulai dari area lapangan hingga sudut strategis desa lainnya.

Salah satu hal yang menarik perhatian dalam aksi ini adalah pemilihan jenis bibit buah. Berbeda dengan pohon peneduh biasa, Alpukat dan Klengkeng dipilih karena memiliki potensi ganda: menghijaukan lingkungan desa agar tetap asri dan sejuk, sekaligus mendukung program ketahanan pangan masyarakat setempat di masa mendatang.

Kepala Desa (Ibu Lurah) Padangan, Ibu Antin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif positif jangka panjang yang sangat dibutuhkan oleh warga. Beliau menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga bibit yang telah diamanahkan oleh mahasiswa.

“Nanti kalau sudah berbuah, siapa yang boleh merawat dan memanennya menurut harapan warga? Tentu ini adalah milik bersama. Manfaatnya sangat besar tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan potensi warga. Saya berpesan, mari kita rawat dan jaga demi kebaikan bersama. Tanpa peran aktif masyarakat, hasil dari bibit ini tidak akan maksimal,” pungkas Ibu Antin (15/01).

Beliau juga menambahkan harapannya agar kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa pohon, tetapi juga mempererat tali silaturahmi yang erat antar sesama warga desa.

Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama di Gedung Balai Desa yang kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman langsung di area lapangan desa. Momen ini menandai berakhirnya seremoni “Bumi Lestari” Kelompok 11 KKN UIN Syekh Wasil dengan semangat baru dalam menjaga kelestarian bumi sesuai visi Asta Protas Kemenag.

Kontributor: Hisyam (Kader IMM Kediri)

Editor: Arsy Sekar Kemuning

Terkait

Tags: pendidikanpenghijauanPeradaban
Previous Post

Kecerdasan Moral: Landasan Terpenting di Atas Kecerdasan Intelektual

Next Post

Tentang Luka, Tubuh, dan Upaya Bertahan: Mengulik Broken Strings Aurelie Moeremans

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Tentang Luka, Tubuh, dan Upaya Bertahan: Mengulik Broken Strings Aurelie Moeremans

Tentang Luka, Tubuh, dan Upaya Bertahan: Mengulik Broken Strings Aurelie Moeremans

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.