Duhai jejiwa yang terbaring di liang lahat
Duhai kalian yang mati terhormat
Bangkitlah dan nyalakan tanda bahaya
Sebab kami tak lagi berdaya
Garuda tumbang kurus kering
Ditumpangi tikus-tikus bermoncong runcing
Para penyembah gagak hitam
Yang kerap masuk gorong-gorong
Mantra terlarang dibacakan
Mayat orde baru dibangkitkan
Seantero Konoha seketika mencekam
Denyut demokrasi di ujung kerongkongan
Ibu Pertiwi lunglai
Dihisap silih berganti tiada henti
Oleh kutu-kutu yang membenalu di urat nadi
Dihisap hingga kering kerontang
Satu kasus diungkap agar kasus lain mengendap,
Jutsu jitu pengalihan isu
Yang diminta UU Perampasan Aset Koruptor
Yang mereka sahkan UU Perampasan Kendaraan Bermotor
Apakah mereka memang tuli?
Atau kita sedang diuji nyali?
Apakah mereka dungu belagu?
Atau kita yang lugu-lugu?
Duhai kalian, para pahlawan dari generasi ke generasi
Duhai kalian, para pengawal revolusi hingga reformasi
Dari Tan Malaka, Pramudya, Tukul, hingga Munir
Dari ujung barat, utara, selatan, tengah, hingga sudut timur pesisir
Bangkitlah dan nyalakan tanda bahaya!
Angkat kembali bambu runcingmu
Hunus tombak dan rencongmu
Asah kembali badik dan golokmu
Terbangkan Mandau, putar celuritmu!
Hapuskan rasa takut dalam dada kami
Tanamkan komitmen dalam jiwa kami
Pinjamkan kami gelegar suaramu yang menghentak
Agar kami punya nyali tuk berteriak
Lawan!!
Lancarkan serangan!!
Sekarang!!
Atau mati duluan!!
Penulis: Figur Ahmad Brillian