Kesehatan mental kerap kali dikaitkan dengan kesehatan batin. Ada dua kategori mental pada seorang individu, yakni sehat dan sakit. Kondisi kategori tersebut merupakan kondisi biopsikososial yang sudah melekat pada diri manusia. Individu yang dapat dikatakan sehat mental adalah individu yang memiliki kondisi dimana dirinya mendapatkan kesejahteraan sehingga dapat menyadari bahwa dirinya memiliki suatu potensi tersendiri.
Termasuk juga mempunyai kemampuan untuk mengatasi suatu tekanan yang melampaui batas kehidupan normal, dan mampu melakukan pekerjaan secara produktif serta mampu berkontribusi sehingga menciptakan suatu hasil yang maksimal. Sebaliknya, kondisi sakit mental (gangguan mental) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengimbangi standar potensi yang terdapat pada manusia normal, serta gangguan mental juga menunjukkan bahwa adanya gangguan fungsi pada fisik individu.
Langkah tepat untuk selalu menjaga kesehatan mental agar tidak terjadi gangguan adalah dengan melakukan terapi psikolog atau biasa disebut dengan psikoterapi. Psikoterapi merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menangani permasalahan kejiwaan. Psikoterapi biasanya dilakukan oleh dua orang dimana satu orang menjadi konseli dan satunya menjadi konselor. Konseli adalah orang yang mengalami masalah yang nantinya akan bercerita kepada konselor, sedangkan konselor adalah orang yang akan membantu menyelesaikan atau mencari jalan keluar bagi konseli, lalu jika perlu penanganan terapi maka tugas konselorlah yang akan menerapi konseli.
Sebagai umat Islam yang sudah di berikan kesehatan yang utuh oleh Allah SWT maka tugas sebagai hamba adalah menjaga fisik dan mental untuk selalu sehat. Islam mempunyai cara sendiri untuk menjaga kesehatan mental, tentunya berdasarkan landasan Al-Qur’an dan Sunnah nabi Muhammad SAW. Metode penyembuhan psikoterapi yang di dasarkan oleh pandangan Islam di sebut dengan Psikoterapi Islam. Dalam psikoterapi islam meyakini bahwa keimanan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT sangat berpengaruh untuk masalah kejiwaan seseorang. Lalu apa perbedaan antara psikoterapi islam dengan psikoterapi umum lainnya?
Tentu saja terdapat perbedaan yang siginifikan antara psikoterapi islam dengan psikoterapi umum. Psikoterapi umum mempunyai metode penyembuhan yang berasal dari teori yang sudah di ciptakan oleh seorang ahli. Sedangkan psikoterapi islam merupakan suatu metode penyembuhan masalah kejiwaan seseorang dengan menggunakan metode islami. Bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah nabi seperti dzikir, shalawat, tilawah, dan sebagainya.
Selain itu terdapat perbedaaan pada fungsinya juga, jika psikoterapi umum hanya terfokus pada penyembuhan atau penyelesaian masalah mental atau kejiwaan seseorang saja, maka psikoterapi islam mempunyai fungsi tazkiyah yang bertujuan untuk pembersihan jiwa, dengan cara takhalli, tahalli, dan tajalli. Pada intinya apa yang ada dalam psikoterapi islam belum tentu ada dalam psikoterapi umum. Namun sebaliknya, apa yang ada dalam psikoterapi umum sudah ada di dalam psikoterapi islam.
Beberapa metode yang di ajarkan dalam psikoterapi islam untuk selalu menjaga kesehatan mental seseorang adalah :
Pertama, Dzikir yang merupakan salah satu ibadah yang paling mudah dalam islam. Dzikir bisa di lakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, siapa sangka dzikir mempunyai beribu-ribu manfaat, salah satunya adalah untuk menjaga kesehatan mental dan kejiwaan seseorang. Terapi dzikir merupakan terapi relaksasi islam yang dapat membantu mengurangi trauma psikologis, kecemasan, migraine, dan mengatasi fobia.
Karena dzikir dapat mengembalikan kesadaran seseorang yang hilang. Hal itu di karenakan aktivitas berdzikir dapat mendorong daya ingat seseorang sehingga otak akan bekerja mencari apa yang telah hilang. Lalu menemukan kembali hal-hal yang tersembunyi dalam hati seseorang.
Kedua, Puasa menjadi hal yang biasa bagi umat muslim. Karena tiap tahun umat muslim ini sudah pasti melaksanakan ibadah puasa yang di jalani kurang lebih sebulan penuh lamanya. Ketika seseorang sedang menjalani puasa, maka kadar hormon endorfin yakni kadar yang dapat menurunkan kecemasan akan meningkat dan kadar kortisol yakni hormon stress akan mengalami penurunan.
Selain itu puasa juga mampu melatih emosi, karena ketika sedang berpuasa maka seseorang di tuntut untuk sabar dan menahan hawa nafsu. Sudah di teliti oleh beberapa ahli dan sudah di konfirmasi juga bahwa puasa sangat bagus untuk kesehatan. Selain itu, puasa juga di sebut sebagai cara paling sederhana untuk penyucian diri bagi umat islam
Ketiga, Tilawah seperti yang kita ketahui bahwa Al-Qur’an merupakan obat dari segala penyakit. Dengan membaca Al-Qur’an atau bertilawah, maka secara tidak langsung kita sedang menjaga kesehatan mental diri sendiri. Karena tilawah dapat mengurangi tingkat depresi, mengurangi kesedihan serta akan mendapatkan ketenangan jiwa.
Dengan hanya bermodalkan niat saja, umat islam mampu menjaga kesehatan mental agar tetap terjaga dan terhindar dari gangguan mental. Bagaimana tidak, poin di atas merupakan metode gratis yang tidak memerlukan biaya untuk menerapkannya dan sudah pasti efektif karena bersumber langsung dari Al-Qur’an dan Sunnah. Betapa beruntungnya sebagai umat islam, karena jika bukan umat islam. Maka tidak akan bisa menerapkan metode tersebut yang kaya akan manfaat.
Penulis : Fathonah Nurzulaela (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)