Rabu, Oktober 7, 2026
Kalimahsawa.ID
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
Kalimahsawa.ID
No Result
View All Result

Filsafat Politik Ibnu Bajjah dalam Kehidupan di Era Modern

RedaksiKS by RedaksiKS
Juni 20, 2023
in Sosok
0
Dosa Besar Perspektif Teolog Islam

Sumber: Kalimahsawa.ID

72
SHARES
424
VIEWS

Filsafat politik telah menjadi topik penting dalam sejarah pemikiran manusia. Di antara pemikir-pemikir yang berpengaruh, ada salah satu tokoh yang mungkin kurang dikenal, yaitu Ibnu Bajjah. Ibnu Bajjah, juga dikenal dengan nama Avempace, adalah seorang filosof Muslim dari Spanyol abad ke-11. Meskipun namanya mungkin tidak seterkenal Ibnu Sina atau Al-Farabi, kontribusinya dalam bidang filsafat politik patut diapresiasi.

Ibnu Bajjah atau biasa dikenal dengan nama latin Avempace adalah tokoh cendekiawan muslim yang berada di Andalusia, Spanyol yang hidup pada abad 11M. Ia adalah seorang filsuf  yang ahli dalam filsafat saja, tetapi juga astronomi, musik, dan kedokteran. Ibnu Bajjah mengenal konsep politik sejak dia diangkat menjadi wazir, dan juga pemikiran ini ter inspirasi dari pemikiran Al Farabi. Namun hanya beda penekanan saja.

TulisanTerkait

Cahaya dari Pesisir: Menelusuri Jejak Intelektual Ahmad Dahlan dan Kartini dalam Arus Pembaruan Bangsa

Kursi Roda, Saksi Bisu Perjuangan Ahmad Yasin Melawan Kedzaliman Israel

Buya Hamka: Pena, Iman, dan Perjuangan Seorang Ulama

Pemikiran Ibnu Bajjah dalam Konsep Politik

Salah satu konsep yang saya bahas kali ini ialah Politik Ibnu Bajjah, dalam hal ini Ibnu Bajjah membagi negara menjadi 2 yaitu, negara ideal dan tidak ideal. Menurutnya, negara ideal adalah negara di mana pemerintahannya didasarkan pada keadilan dan hukum dan juga dalam negara tersebut tidak adanya hakim dan dokter. Ibnu Bajjah menganggap bahwa pemerintahan yang baik harus mengutamakan kepentingan umum dan memastikan masyarakatnya tidak ada perselisihan.

Ibnu Bajjah juga berpendapat bahwa pentingnya kebebasan individu dalam bermasyarakat. Dia menyadari bahwa setiap individu memiliki hak-hak yang harus dihormati dan dipenuhi oleh. Ibnu Bajjah berpendapat bahwa kebebasan individu tidak boleh dibatasi kecuali dalam hal buruk, dan pemerintah harus bertanggung jawab sepenuhnya dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan umum.

Selain itu, Ibnu Bajjah membahas tentang pentingnya pendidikan dalam membangun masyarakat yang baik. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tinggi harus menjadi fokus utama dalam menciptakan warga negara yang bertanggung jawab dan menciptakan masyarakat yang berperilaku positif, dan tau akan undang-undang, tidak akan melanggarnya. Sebab dalam konsep negara ideal perilaku masyarakat juga harus ditekankan untuk melakukan hal yang positif.

Relevansi Pemikiran Politik Ibnu Bajjah di Era Modern

Meskipun Ibnu Bajjah hidup berabad-abad yang lalu, pemikirannya masih relevan dalam konteks politik modern. Konsep negara idealnya yang didasarkan pada keadilan dan hukum tetap menjadi tujuan yang diinginkan banyak masyarakat saat ini. Kebebasan individu juga tetap menjadi pembahasan dalam masalah politik dan hak asasi manusia. Pendidikan yang baik juga tetap dianggap sebagai faktor penting dalam membentuk karakter masyarakat.

Pemikiran Ibnu Bajjah tentang pentingnya keadilan, hukum, kebebasan individu, dan pendidikan dapat menjadi landasan bagi pemikiran politik modern. Disamping itu seorang pemimpin juga harus bersikap adil dan mengedepankan kepentingan umum daripada pribadi, hal ini yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika semua ini terpenuhi maka suatu negara bisa juga dikatakan sebagai negara yang ideal.

Dalam era modern saat ini, pemikiran Ibnu Bajjah tentang pentingnya pendidikan yang baik juga menjadi hal yang sangat ditekankan. Di mana pendidikan yang baik dapat menciptakan karakter setiap individu yang positif , dan juga berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik. Pendidikan juga penting untuk membuka cakrawala berfikir kritis seseorang, dan memperkaya ilmu sejarah. Hal ini bisa juga untuk pegangan untuk menjadi pemimpin yang bijak.

Bisakah Konsepnya Diterapkan di Indonesia?

Dalam konsep ini dibutuhkan keadilan dan kebebasan individu untuk melakukan segala hal yang bersifat positif. Dan juga pendidikan yang diberikan adalah Pendidikan untuk membentuk karakter untuk semakin baik. Hal ini menurut saya kurang memadai di negara Indonesia, pasalnya banyak masyarakat yang kurang akan Pendidikan, dan keadilan dalam bernegara juga kurang ditekankan.

Negara Indonesia ini masih belum bisa dikatakan negara ideal, masih banyaknya oknum-oknum yang curang dalam hal politik, perekonomian Indonesia masih merosot, dan juga kurangnya pandangan masyarakat pada rakyat yang kurang mampu untuk membiayai sekolah. Karena menurut Ibnu Bajjah Pendidikan itu penting sebagai landasan seseorang untuk berfikir kritis. Maka dari itu Indonesia belum dikatakan negara ideal sebab belum memenuhi syarat diatas.

Ibnu Bajjah mungkin kurang dikenal secara luas dibandingkan dengan beberapa pemikir lainnya, namun pemikirannya dalam hal politik tetap memiliki nilai dan kontribusi yang besar di era modern. Pemikirannya yang menekankan pentingnya keadilan, hukum, kebebasan individu, dan pendidikan yang baik dapat digunakan untuk merancang sistem politik yang lebih baik untuk masa depan. Dan juga seorang pemimpin harus adil dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan.

Bisa diambil kesimpulan bahwa pemikiran politik Ibnu Bajjah masih menjadi pegangan untuk berpolitik di era modern. Dengan konsepnya yang menuntut keadilan, kebebasan setiap individu, dan juga pemimpin yang bijaksana, hal ini bisa menjadikan suatu negara menjadi ideal. Konsep ini sangat perlu ditekankan di era modern seperti ini agar tercipta suatu negara yang aman dan damai. Dengan mempelajari konsep ini, niscaya kita mendapat wawasan yang luas untuk landasan  membangun sistem politik yang lebih baik untuk masa depan.

Penulis : Akbar Athian Rosyid (Mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam UINSA)

Terkait

Previous Post

Bayangan Hitam Tantangan Baru Milenial Muslim

Next Post

Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Cerah

RedaksiKS

RedaksiKS

Kalimahsawa.id hadir atas kesadaran bahwa pluralitas merupakan sesuatu yang tak terelakkan dan bahwa keragaman tak harus menjadi keseragaman. Dalam konteks keindonesiaan, Negara Pancasila merupakan titik temu pemikiran antara keislaman, kemoderenan dan keindonesiaan secara harmonis.

Next Post
Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Cerah

Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Cerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kalimahsawa.id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan
Contact Person: 085850332866

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.

No Result
View All Result
  • Report
  • Video
  • Narasi
    • Esai
    • Cerpen
    • Sosok
    • Puisi
  • Ulûm ad-Dîn
    • Akhlak
    • Tafsir
    • Filsafat
    • Ibadah
  • Risalah
    • Khutbah
    • Doa
    • Kata Bersama
    • Muslimah
  • Kirim Tulisan

© 2020 Kalimahsawa.ID - Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial UMS.