Filsafat politik telah menjadi topik penting dalam sejarah pemikiran manusia. Di antara pemikir-pemikir yang berpengaruh, ada salah satu tokoh yang mungkin kurang dikenal, yaitu Ibnu Bajjah. Ibnu Bajjah, juga dikenal dengan nama Avempace, adalah seorang filosof Muslim dari Spanyol abad ke-11. Meskipun namanya mungkin tidak seterkenal Ibnu Sina atau Al-Farabi, kontribusinya dalam bidang filsafat politik patut diapresiasi.
Ibnu Bajjah atau biasa dikenal dengan nama latin Avempace adalah tokoh cendekiawan muslim yang berada di Andalusia, Spanyol yang hidup pada abad 11M. Ia adalah seorang filsuf yang ahli dalam filsafat saja, tetapi juga astronomi, musik, dan kedokteran. Ibnu Bajjah mengenal konsep politik sejak dia diangkat menjadi wazir, dan juga pemikiran ini ter inspirasi dari pemikiran Al Farabi. Namun hanya beda penekanan saja.
Pemikiran Ibnu Bajjah dalam Konsep Politik
Salah satu konsep yang saya bahas kali ini ialah Politik Ibnu Bajjah, dalam hal ini Ibnu Bajjah membagi negara menjadi 2 yaitu, negara ideal dan tidak ideal. Menurutnya, negara ideal adalah negara di mana pemerintahannya didasarkan pada keadilan dan hukum dan juga dalam negara tersebut tidak adanya hakim dan dokter. Ibnu Bajjah menganggap bahwa pemerintahan yang baik harus mengutamakan kepentingan umum dan memastikan masyarakatnya tidak ada perselisihan.
Ibnu Bajjah juga berpendapat bahwa pentingnya kebebasan individu dalam bermasyarakat. Dia menyadari bahwa setiap individu memiliki hak-hak yang harus dihormati dan dipenuhi oleh. Ibnu Bajjah berpendapat bahwa kebebasan individu tidak boleh dibatasi kecuali dalam hal buruk, dan pemerintah harus bertanggung jawab sepenuhnya dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan umum.
Selain itu, Ibnu Bajjah membahas tentang pentingnya pendidikan dalam membangun masyarakat yang baik. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tinggi harus menjadi fokus utama dalam menciptakan warga negara yang bertanggung jawab dan menciptakan masyarakat yang berperilaku positif, dan tau akan undang-undang, tidak akan melanggarnya. Sebab dalam konsep negara ideal perilaku masyarakat juga harus ditekankan untuk melakukan hal yang positif.
Relevansi Pemikiran Politik Ibnu Bajjah di Era Modern
Meskipun Ibnu Bajjah hidup berabad-abad yang lalu, pemikirannya masih relevan dalam konteks politik modern. Konsep negara idealnya yang didasarkan pada keadilan dan hukum tetap menjadi tujuan yang diinginkan banyak masyarakat saat ini. Kebebasan individu juga tetap menjadi pembahasan dalam masalah politik dan hak asasi manusia. Pendidikan yang baik juga tetap dianggap sebagai faktor penting dalam membentuk karakter masyarakat.
Pemikiran Ibnu Bajjah tentang pentingnya keadilan, hukum, kebebasan individu, dan pendidikan dapat menjadi landasan bagi pemikiran politik modern. Disamping itu seorang pemimpin juga harus bersikap adil dan mengedepankan kepentingan umum daripada pribadi, hal ini yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika semua ini terpenuhi maka suatu negara bisa juga dikatakan sebagai negara yang ideal.
Dalam era modern saat ini, pemikiran Ibnu Bajjah tentang pentingnya pendidikan yang baik juga menjadi hal yang sangat ditekankan. Di mana pendidikan yang baik dapat menciptakan karakter setiap individu yang positif , dan juga berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan politik. Pendidikan juga penting untuk membuka cakrawala berfikir kritis seseorang, dan memperkaya ilmu sejarah. Hal ini bisa juga untuk pegangan untuk menjadi pemimpin yang bijak.
Bisakah Konsepnya Diterapkan di Indonesia?
Dalam konsep ini dibutuhkan keadilan dan kebebasan individu untuk melakukan segala hal yang bersifat positif. Dan juga pendidikan yang diberikan adalah Pendidikan untuk membentuk karakter untuk semakin baik. Hal ini menurut saya kurang memadai di negara Indonesia, pasalnya banyak masyarakat yang kurang akan Pendidikan, dan keadilan dalam bernegara juga kurang ditekankan.
Negara Indonesia ini masih belum bisa dikatakan negara ideal, masih banyaknya oknum-oknum yang curang dalam hal politik, perekonomian Indonesia masih merosot, dan juga kurangnya pandangan masyarakat pada rakyat yang kurang mampu untuk membiayai sekolah. Karena menurut Ibnu Bajjah Pendidikan itu penting sebagai landasan seseorang untuk berfikir kritis. Maka dari itu Indonesia belum dikatakan negara ideal sebab belum memenuhi syarat diatas.
Ibnu Bajjah mungkin kurang dikenal secara luas dibandingkan dengan beberapa pemikir lainnya, namun pemikirannya dalam hal politik tetap memiliki nilai dan kontribusi yang besar di era modern. Pemikirannya yang menekankan pentingnya keadilan, hukum, kebebasan individu, dan pendidikan yang baik dapat digunakan untuk merancang sistem politik yang lebih baik untuk masa depan. Dan juga seorang pemimpin harus adil dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan.
Bisa diambil kesimpulan bahwa pemikiran politik Ibnu Bajjah masih menjadi pegangan untuk berpolitik di era modern. Dengan konsepnya yang menuntut keadilan, kebebasan setiap individu, dan juga pemimpin yang bijaksana, hal ini bisa menjadikan suatu negara menjadi ideal. Konsep ini sangat perlu ditekankan di era modern seperti ini agar tercipta suatu negara yang aman dan damai. Dengan mempelajari konsep ini, niscaya kita mendapat wawasan yang luas untuk landasan membangun sistem politik yang lebih baik untuk masa depan.
Penulis : Akbar Athian Rosyid (Mahasiswa Akidah dan Filsafat Islam UINSA)