Salah satu penelitian ilmiah membuktikan ayat-ayat al-Qur’an berpengaruh terhadap reduksi saraf, dan menciptakan ketenangan batin. Tetapi, apakah di dalam al-Qur’an sendiri membahas atau setidaknya menyinggung sedikit saja tentang kesehatan mental? Apakah di dalamnya juga tersedia solusi bagi beragam gangguan mental yang belakangan ini sedang hype dan menjangkit hampir seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda?
Insecure(perasaan tidak aman),overthingking, krisis Self-love,kurang memiliki rasa percaya diri (self confidence), ketidakmatangan emosi, dan masih banyak lagi mental issue yang merebak dewasa ini menjadi bukti bahwa kesehatan mental merupakan masalah serius membutuhkan perhatian, dan tak tertinggalkan.Lebih dari separuh tempat tidur di semua rumah sakit di Amerika Serikat terisi oleh pasien-pasien gangguan mental, dan untuk mereka dikeluarkan dana jutaan dolar pertahunnya.
Di Indonesia kasus seperti ini kemungkinan besar juga terjadi. Dimana banyak orang yang secara lahiriyah tampak sehat dan terpenuhi segala macam kebutuhan material, akan tetapi jika ditelusuri lebih jauh sebagian besar mungkin menderita penyakit mental yang cukup parah, sehingga pada stadium berikutnya akan mengerogoti kesehatan fisik, dan mendorong seseorang melakukan tindakan menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.
Semua orang tentu ingin merasa lebih stabil, sehat, dan memiliki mental yang terkontrol. Banyak faktor yang berkontribusi dalam menciptakan kesehatan mental yang baik. Kemampuan untuk bijak dalam mengatur emosi serta pikiran pada akhirnya akan membantu seseorang meraih keseimbangan diri, suatu yang sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.
Salah satu cara yang dapat di lakukan untuk menjaga kesehatan mental adalah menggunakan Al-Qur’an. Memangnya ada ayat yang membahas tentang insecure dalam al-Qur’an? Apakah ada solusi untuk anak muda, dan siapapun yang sering overthingking? sebagai kitab suci agama Islam, al-Qur’an tentunya mengandung solusi dan healing untuk menjaga keseimbangan diri, dan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang-orang yang menderita gangguan mental.
Ternyata al-Qur’an menawarkan banyak pemahaman tentang kesehatan mental. Berbagai literatur juga telah mengkaji hubungan dan fungsi Al-Qur’an untuk kesehatan mental. Hal ini dapat di capai melalui beberapa konsep di dalam Al-Qur’an, seperti konsep jiwa dalam islam, kepercayaan pada Tuhan, konsep kebersihan dan kemurnian jiwa. Berikut adalah beberapa ayat al-Qur’an tersebut:
Pertama dan terutama, dalam surat Yunus ayat 57, di jelaskan bahwa al-Qur’an mengandung ‘obat’ bagi penyakit dan keresahan jiwa:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.
Al-Qur’an pun memberikan pemahaman yang sangat berarti tentang makna dan tujuan hidup. Pada surat ar-Ra’d : 35 di nyatakan bahwa tujuan manusia adalah untuk menyembah Tuhan. Bukan untuk membanggakan diri sendiri (tidak boleh sombong, egois). Di ayat 52 surat al-Mursalat, Allah berjanji akan melindungi siapa saja yang berharap agar tetap berada di jalan-Nya. Janji ini memberikan kekuatan mental dan memberikan tujuan yang jelas untuk bertahan hidup.
Al-Qur’an juga mengajarkan kesehatan emosional lewat pengajaran akhlak atau etika, seperti firman Allah dalam QS An Nahl ayat 97:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan. Sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.
Juga seperti dalam QS Al-Baqarah ayat 155 :
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.
Ayat ini menjelaskan tentang konsep sabar yang akan ditarik lebih jauh, dapat membatasi diri dari keinginan-keinginan yang tidak seharusnya. Pada akhirnya justru membuat diri menjadi lebih tenang. Kata-kata kata yang berhubungan dengan kesabaran, suatu sikap dihargai di berbagai situasi, sikap yang baik terhadap orang lain, dan banyak lagi.
Ketika seseorang mengadopsi nilai-nilai etika seperti yang digariskan dalam al-Quran, dia akan lebih mudah menjaga perasaannya dengan aman. Ini akan membantunya untuk berbicara atau bertingkah laku dengan cara yang dapat mencegah masalah. Hal ini juga membantu seseorang untuk memiliki kerangka moral yang kuat, dan dapat keluar dari situasi yang menghalangi kesehatan mentalnya.
Tidak berhenti disitu. Salah satu studi menunjukkan bahwa al-Qur’an telah menjadi sumber kekuatan spiritual bagi pasien gangguan mental, meningkatkan optimisme, menciptakan perasaan aman dan juga dapat meningkatkan penyesuaian diri dan kesehatan mental.
Penulis : Najwa Bariroh (Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya)