Pemuda dan Hilangnya Identitas Nasional

Oleh: Mu’arif Di era globalisasi sekarang ini, identitas kebangsaan dan eksistensi budayaIndonesia sedang menghadapi tantangan yang cukup kompleks. Kebudayaan lokalsedang menghadapi tantangan berat berupa sistem kapitalisme dan ideologi hedonisme. Sistem kapitalisme dan pola hidup hedonis merupakan produk sejarah bangsa Barat yang berhasil mendominasi dunia dengan memanfaatkan jaringan media, pasar bebas, dan kekuatan modal. Dampak globalisasi sudah merambah ke semua lini kehidupan. Media…

Pengalaman Mondok di Pesantren Muhammadiyah

Oleh: Ahmad Norma Permata[1] Pondok di Muhammadiyah bisa dikatakan sebagai sebuah model pendidikan yang baru, karena berbeda dengan konsep pendidikan yang dicetuskan oleh Kiyai Dahlan. Namun terkait dengan itu ada satu pandangan baru terkait dengan Pondok Muhammadiyah. Apalagi ada satu terobosan baru dari salah satu pimpinan Muhammadiyah, yakni Mohamad Djazman (saat itu sebagai seorang Rektor UMS) dengan mendirikan pondok di lingkungan perguruan…

Meraih Perdamaian Melalui Filosofi Tepo Sliro

Oleh: Aris Purwanto[1] Yoshihiro Francis Fukuyama atau lebih dikenal dengan Francis Fukuyama dalam bukunya yang berjudul “The End of History and The Last Man” pendapat bahwa akhir perang dingin akan menjadi akhir dari sejarah dunia dan masyarakat akan bersama-sama bergerak maju menuju perdamaian serta kesejahteraan bersama. Runtuhnya Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin oleh para kapitalis dianggap sebagai kegagalan sosialisme serta menandakan…

Corak Keberagaman Generasi Milenial

Oleh: Muhammad Adam I.M.[1] Di dalam dunia pendidikan, manusia sebagai kreator peradaban utamanya, baik sebagai subjek ataupun objek. pengetahuan dan keilmuan sebagai mediannya dan memanusiakan manusia sebagai tujuannya serta kemampuan untuk menjawab persoalan masa kini dan akan datang menjadi persoalan yang masih menjadi hal mesteri. Hakekat pendidikan memiliki makna memanusiakan manusia(humanizing the human being) karena merupakan bagian elemen terpenting yang memiliki nilai…

Mencoba Mendamaikan Masa Lalu

Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial–Universitas Muhammadiyah Surakarta (PSBPS-UMS) menggelar Kolokium dengan konsep diskusi buku pada Jum’at (18/10/2019) siang di ruang rapat Badan Pembina Harian (BPH) UMS. Buku yang didiskusikan pada acara tersebut berjudul “Dunia Barat dan Islam, Cahaya di Cakrawala” yang ditulis oleh Dr. Sudibyo Markus yang sekaliagus menjadi pemateri pada acara tersebut. Pada umumnya, karya yang membahas hubungan Dunia Barat…

Membaca Realitas Keummatan

Oleh: Furqan Mawardi Keanekaragaman itu terikat di dalam kosmis. Keanekaragaman kosmis adalah sebuah fakta, namun terkadang tidak menafikkan yang lain seperti uang, materi dan kebendaan. Jadi faktor keanekaragaman manusia itu bukan berarti ada manusia di luar. Kebenaran itu tidak bisa dimonopoli oleh seseorang sebagaimana udara, kita tidak menghirup udara itu sendiri, kemudian orang lain tidak bisa. Coba kita lihat sebuah menara, misalnya…

Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya

Kalimah Sawa’-Membangun jiwa itulah dua kata kunci yang terdengar di dalam syair lagu kebangsan kita “Indonesia Raya”. Sebuah lagu kebangsaan yang muncul dari sebuah keinginan dari masyarakat Indonesia untuk menjadi masyarakat yang besar. Syair lagu yang nampaknya memiliki sebuah pesan cita-cita yang besar pula. Bahwa bangsa yang besar ialah bangsa yang dimulai dari memiliki jiwa yang besar. Itulah makna sederhana dari syair…

Citizenship dan Ummah: Kesetaraan dan Kesamaan Hak Kewarganegaraan

Kalimah Sawa’-Sebagian negara yang berpenduduk  mayoritas Muslim membentuk negara republik, sebagian lain tetap menggunakan sistem kerajaan. Ada yang menggunakan sistem pemerintahan parlementer ada pula presidensial. Tidak sedikit negara Islam menggunakan Islam sebagai dasar dari negaranya, tetapi ada juga yang menggunakan sistem sekuler dengan tidak melekatkan agama dalam konstitusi negara. Kali ini redaksi berkesempatan mewawancarai Hilman Latief, Ph.D dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Topik…